Sholat terberat bagi orang-orang munafik adalah sholat Isyak dan Subuh. Padahal seandainya mereka mengetahui pahala pada kedua sholat tersebut, tentu mereka akan mendatanginya walaupun harus merangkak.
(HR. Ahmad)
Tuesday, March 29, 2011
Monday, February 21, 2011
ZAID BIN TSABIT Sekretaris RasuluLlah

Zaid bin Tsabit termasuk "group sahabat junior". Ia 10 tahun lebih muda dari pada Ali ibn Abi Thalib. Zaid dilahirkan 10 tahun sebelum hijrah. Orang tuanya, yang berasal dari kabilah Bani an-Najjar, adalah termasuk kelompok awal penduduk Madinah yang menerima Islam. Di bawah bimbingan dan pendidikan orang tuanya, Zaid tumbuh menjadi seorang pemuda cilik yang cerdas dan berwawasan luas. Ia mempunyai daya tangkap dan daya ingat yang melebihi rekan-rekan seusianya saat itu.
Pada saat-saat penantian kedatangan RasuluLlah dan Abu Bakar di Madinah dari Makkah, Zaid bin Tsabit termasuk mereka yang sebentar-bentar pergi ke tepi kota melihat kalau-kalau Sang Junjungan tercinta telah datang. Betapa berbunganya hati kaum muslimin Madinah melihat RasuluLlah memasuki batas kota. Mereka menyambut dengan rasa syukur, dan menawarkan rumah-rumah mereka kepada RasuluLlah. Berlainan dengan yang lain, pemuka Bani Najjar tidak menawarkan rumah-rumah mereka, tapi menawarkan pemuda anggota kabilah mereka: Zaid bin Tsabit kepada RasuluLlah, untuk diterima sebagai asisten beliau di bidang kesekretariatan mengingat kecerdasannya yang luar biasa dalam bidang ini.
Betapa girangnya hati sang pemuda cilik ini, dapat membantu dan selalu berdekatan dengan Utusan Allah yang ia cintai. RasuluLlah SAW pun gembira dan menerima tawaran pemuka Bani Najjar. RasuluLlah sangat mencintai sahabat ciliknya yang ketika itu baru berusia 11 tahun. Zaid bin Tsabit tidak mengecewakan RasuluLlah, dalam waktu sangat singkat dia dapat menuliskan dan menghafal 17 surat Al-Qur'an. Disamping tugasnya sebagai sekretaris untuk menuliskan dan menghafal wahyu yang baru diterima RasuluLlah, Zaid pun mendapat assignment dari RasuluLlah untuk mempelajari bahasa Ibrani dan Suryani, dua bahasa yang sering dipergunakan musuh Islam pada waktu itu. Kedua bahasa ini dikuasai oleh Zaid dalam waktu sangat singkat, 32 hari!
Pada masa kekhalifahan Abu Bakar, Zaid bin Tsabit mendapat tugas sangat penting untuk membukukan Al-Qur'an. Abu Bakar RA memanggilnya dan mengatakan, "Zaid, engkau adalah seorang penulis wahyu kepercayaan RasuluLlah, dan engkau adalah pemuda cerdas yang kami percayai sepenuhnya. Untuk itu aku minta engkau dapat menerima amanah untuk mengumpulkan ayat-ayat Al-Qur'an dan membukukannya." Zaid, yang tak pernah menduga mendapat tugas seperti ini memberikan jawaban yang sangat terkenal dalam memulai tugas beratnya mengumpulkan dan membukukan Al-Qur'an:
"Demi Allah, mengapa engkau akan lakukan sesuatu yang tidak RasuluLlah lakukan? Sungguh ini pekerjaan berat bagiku. Seandainya aku diperintahkan untuk memindahkan sebuah bukit, maka hal itu tidaklah seberat tugas yang kuhadapi kali ini."
Akhirnya dengan melalui musyawarah yang ketat, Abu Bakar RA dan Umar bin Khattab dapat meyakinkan Zaid bin Tsabit dan sahabat yang lain, bahwa langkah pembukuan ini adalah langkah yang baik. Hal-hal yang mendorong segera dibukukannya Al-Qur'an, adalah mengingat banyaknya hafidz Qur'an yang syahid. Dalam pertempuran "Harb Ridah" melawan Musailamah Al-Kazzab, sebanyak 70 sahabat yang hafal Qur'an menemui syahid.
Dengan pertimbangan-pertimbangan ini, Zaid bin Tsabit menyetujui tugas ini dan segera membentuk team khusus. Zaid membuat dua butir outline persyaratan pengumpulan ayat-ayat. Kemudian Khalifah Abu Bakar menambahkan satu persyaratan lagi. Ketiga persyaratan tersebut adalah:
1. Ayat/surat tersebut harus dihafal paling sedikit 2 orang.
2. Harus ada dalam bentuk tertulisnya (di batu, tulang, kulit dan bentuk "hardcopy" lainnya).
3. Untuk yang tertulis, paling tidak harus ada 2 orang saksi yang melihat saat dituliskannya.
Dengan persyaratan tersebut, dimulailah pekerjaan yang berat ini oleh Zaid bin Tsabit yang membawahi beberapa sahabat lain. Pengumpulan dan pembukuan dapat diselesaikan masih pada masa kekhalifahan Abu Bakar.
taken from www.as-sunnah.org
Cara Menyuburkan Dzikrul Maut

Substansi mengingat kematian bukan semata-mata terhadap waktu dan proses kematian itu sendiri, tapi juga pada apa yang menjadi konsekuensi sesudahnya. Maka untuk menyuburkan kualitas dzikrul maut (mengingat maut), kita harus menempuh langkah-langkah berikut ini:
1. Meningkatkan pemahaman tentang kehidupan sesudah mati.
Aqidah Islam mengajarkan kita tentang keimanan terhadap adanya kehidupan setelah mati, seperti adanya siksa kubur, hari kebangkitan, perhitungan amal, shirat, serta balasan Surga atau Neraka.
Dengan memahami semua perkara ini, setiap Muslim akan menyikapi dan menjalani hidup secara benar. Allah Subhanahu wa Ta’ala (SWT) berfirman:
“Dan apa saja yang diberikan kepada kamu (kekayaan, jabatan, keturunan), maka itu adalah kenikmatan hidup duniawi dan perhiasannya; sedang apa yang di sisi Allah adalah lebih baik dan lebih kekal. Maka apakah kamu tidak memahaminya?” (Al-Qashas [28]: 60)
2. Menjadikan dunia sebagai ladang menanam kebajikan dan tempat persinggahan.
Kehidupan manusia di dunia ini ibarat seorang musafir yang menempuh sebuah perjalanan. Ia singgah sejenak di suatu tempat untuk menghilangkan rasa haus dan laparnya serta menyiapkan bekal secukupnya. Kemudian, ia akan melanjutkan kembali perjalanannya menuju tempat tujuan yang sesungguhnya yaitu di kampung akhirat.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam (SAW) bersabda, “… jadilah di dunia seolah-olah orang asing atau orang yang menumpang lewat”. Ibnu Umar berkata: “Apabila engkau berada pada sore hari maka jangan menunggu pagi, dan apabila engkau berada pada pagi hari maka janganlah menunggu waktu sore. Dan jadikan masa sehatmu sebelum keadaan sakitmu, dan keadaan hidupmu sebelum dating kematianmu” (Riwayat Bukhori)
Pada kesempatan lain Rasulullah SAW bersabda, “Orang bijak adalah orang yang menghitung dirinya dan beramal untuk kehidupan sesudah mati.” (Riwayat Tirmidzi)
3. Menyadari bahwa kematian itu sangat dekat
Bukankah setiap saat kita menyaksikan kematian itu datang silih berganti kepada setiap orang? Kematian datang tanpa pemberitahuan, menimpa siapa saja tanpa pandang bulu. Menimpa yang miskin maupun yang kaya, menimpa yang papa juga penguasa, menimpa yang sakit dan juga yang sehat.
“Telah semakin dekat kepada manusia hari menghisab segala amalan mereka, sedang mereka berada dalam keadaan lalai (dengan dunia), berpaling (dari akherat)”. (Al-Anbiya [21]: 1)
4. Menjenguk orang sakit dan bertakziah kepada yang ditimpa musibah.
Di antara amal yang dianjurkan dalam Islam adalah menjenguk saudaranya yang sakit, memberikan motivasi serta mendoakannya. Dari Abu Hurairah RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Hak Muslim terhadap Muslim yang lain itu ada lima, menjawab salam, menjenguk yang sakit, mengantarkan jenazah, memenuhi undangan, dan mendoakan yang bersin”. (Riwayat Bukhari, Muslim dan Ahmad)
Ini menjadi momen yang sangat baik bagi setiap Mukmin, selain menumbuhkan kepedulian, juga menyadarkan bahwa kesehatan fisik yang diberikan oleh Allah SWT setiap saat dapat dicabut sesuai dengan kehendak-Nya.
5. Ikut mengurus dan menguburkan jenazah.
Mengurus dan menguburkan jenazah, di samping kewajiban yang bersifat fardlu kifayah, juga meningkatkan kesadaran setiap Mukmin untuk mengingat kematian. Bayangkanlah bahwa kematian itu telah datang menjemput kita. Lalu, tubuh yang telah terbujur kaku di hadapan kita itu adalah diri kita sendiri.
Bayangkanlah, saat kita dimasukkan ke dalam liang kubur yang gelap gulita hanya dengan memakai kain kafan. Tertutuplah pintu amal dan kesempatan untuk bertaubat. Tinggallah amal-amal semasa hidup yang akan dipertanggung jawabkan di hari perhitungan nanti.
6. Berziarah kubur
Kita disunnahkan untuk berziarah kubur. Dalam satu riwayat diceritakan bahwa Rasulullah SAW biasa berziarah ke makam Pahlawan Uhud dan makam ahli Baqi’. Beliau mengucapkan salam dan berdoa untuk mereka, dengan do’a berikut:
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ وَ الْمُسْلِمِيْنَ, وَ إِنَّا إِنْشَاءَ اللهُ بِكُمْ لاَحِقُوْنَ. نَسْأَلُ اللهُ لَنَا وَلَكُُمُ الْعَافِيَةَ.
“Semoga keselamatan bagimu, wahai penghuni kampung (kubur) kaum Mukmin dan Muslim . Sesungguhnya kami –insya-Allah- pasi menyusulmu. Kami mohon afiyat kepada Allah untuk diri diri kami dan juga untuk kalian semua”. (Riwayat Muslim, Ahmad dan Ibnu Majah)
Rasulullah SAW juga bersabda: “Sungguh tadinya aku melarang kamu menziarahi kubur. Maka (sekarang) telah diizinkan kepada Muhammad untuk menziarahi kubur ibunya. Maka (sekarang) kamu boleh menziarahi kubur, karena itu mengingatkan kamu kepada akhirat”. (Riwayat Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi)
7. Selalu berdoa agar diberi kematian yang diridhai.
Banyak dzikir dan doa yang diajarkan Rasulullah SAW, yang dapat menjadi sarana bagi kita untuk mengingat kematian dan kehidupan sesudahnya. Doa dan dzikir tersebut, misalnya, saat tahiyyat akhir sebelum salam dianjurkan untuk berdoa:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ عَذَابِ النَّارِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ (رواه مسلم)
“Yaa Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari adzab kubur dan dari adzab neraka, dan dari fitnah kehidupan serta fitnah kematian, dan dari fitnah Dajjal” (Riwayat Bukhari)
Banyak Lalai
Walaupun realitas menunjukkan bahwa kematian pasti datangnya dan tanpa pemberitahuan, manusia banyak yang lalai mempersiapkan bekal untuk kehidupannya di akhirat. Beberapa hal yang menjadi kendala bagi manusia untuk mengingat datangnya kematian itu antara lain:
1. Kurang Ilmu
Fakta-fakta yang sangat jelas membuktikan bahwa tidak ada manusia yang hidup terus. Pada zaman ini tidak ada manusia yang usianya melampaui 200 tahun. Lantas, mengapa manusia melalaikan diri dari mempersiapkan datangnya kematian itu?
Boleh jadi sikap melalaikan itu disebabkan karena mereka tidak memiliki ilmu dan pemahaman yang memadai tentang kehidupan sesudah mati. Misal, adanya siksa kubur, jembatan shirat, ancaman surga dan neraka. Mereka merasa seolah-olah hidup hanyalah di dunia saja. Bagi mereka, tidak ada lagi kehidupan dan tidak ada pertanggungjawaban amal setelah mereka meninggal dunia.
“Dan mereka berkata: ‘Kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan di dunia saja, kita mati dan kita hidup dan tidak ada yang membinasakan kita selain masa”, dan mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang itu, mereka tidak lain hanyalah menduga-duga saja”. (Al-Jaasiyah [45]: 24)
2. Cinta Dunia
Sebagian besar manusia yang lalai akan kematian adalah mereka yang sangat mencintai dunia. Memang, ini merupakan watak dasar manusia. Mereka mengira bahwa dunia ini segala-galanya. Dunia menjadi tujuan mereka dan terminal terakhir dari kehidupan mereka. Allah SWT berfirman:
“Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur”. (At-Takatsur [102]: 1-2)
3. Banyak Tertawa, Sedikit Menangis
Membawa hati kepada sesuatu yang menyenangkan adalah hal yang diperbolehkan, sebagaimana diperbolehkannya orang tersenyum dan tertawa. Tetapi, apabila seseorang bersenang-senang dan tertawa secara berlebihan, akan menyebabkan lalai dari mengingat kematian serta kehidupan akhirat.
Rasulullah SAW mengingatkan kepada setiap Mukmin agar menghindari bersenang-senang serta tertawa berlebihan. Beliau bersabda:
“Jadilah seorang Muslim, dan jangan banyak tertawa; karena sesungguhnya banyak tertawa itu dapat mematikan hati” (Riwayat Tirmidzi)
4. Banyak Bicara Sia-sia
Demikian pula dalam hal berbincang-bincang, manusia memang suka berlama-lama. Mereka berbicara dan menceriterakan sesuatu yang menarik perhatiannya.
Jika perbincangan itu sia-sia dan tidak mengantarkan kepada mengingat Allah SWT, bisa menyebabkan kerasnya hati dari lupa akan akhirat. Rasulullah SAW bersabda, dari Ibnu Umar RA: ”Janganlah kalian banyak berbicara tanpa mengingat Allah, karena sesungguhnya banyak berbicara yang tidak disertai mengingat Allah menyebabkan kerasnya hati. Sesungguhnya manusia yang paling jauh dari Allah adalah hati yang membatu,” (Riwayat Tirmidzi) SUARA HIDAYATULLAH 2008
Wallahu a’lamu bish shawab.***
Oleh Ainur Rofiq
(Anggota Dewan Syura Hidayatullah)
Monday, February 14, 2011
Wednesday, February 2, 2011
AGAR ANAK RAJIN BELAJAR

Anak Malas belajar sudah menjadi salah satu keluhan umum para orang tua dan guru. Kasus yang biasa terjadi adalah anak lebih suka bermain dari pada belajar. Anak usia sekolah tentunya perlu untuk belajar, antara lain berupa mengulang kembali pelajaran yang sudah diberikan di sekolah, mengerjakan pekerjaan rumah (pr) ataupun mempelajari hal-hal lain di luar pelajaran sekolah.
Malas
Malas dijabarkan sebagai tidak mau berbuat sesuatu, segan, tak suka, tak bernafsu. Malas belajar berarti tidak mau, enggan, tak suka, tak bernafsu untuk belajar (Muhammad Ali, Kamus Bahasa Indonesia)
Jika anak-anak tidak suka belajar dan lebih suka bermain, itu berarti belajar dianggap sebagai kegiatan yang tidak menarik buat mereka, dan mungkin tanpa mereka sadari juga dianggap sebagai kegiatan yang tidak ada gunanya/untungnya karena bagi anak-anak tidak secara langsung dapat menikmati hasil belajar. Berbeda dengan kegiatan bermain, jelas-jelas kegiatan bermain menarik buat anak-anak, dan keuntungannya dapat mereka rasakan secara langsung (perasaan senang yang dialami ketika bermain adalah suatu keuntungan).
Sebab
1. Faktor intinsik (dalam diri anak sendiri)
a. Kurangnya waktu yang tersedia untuk bermain
b. Kelelahan dalam beraktivitas (misal terlalu banyak bermain/ membantu orang tua)
c. Sedang sakit
d. Sedang sedih (bertengkar dengan teman sekolah, kehilangan barang kesayangan dll)
e. IQ/EQ anak
2. Faktor ekstrinsik
a. Sikap orang tua yang tidak memperhatikan anak dalam belajar atau sebaliknya (terlalu berlebihan memperhatikan)
Banyak orangtua yang menuntut anak belajar hanya demi angka (nilai) dan bukan atas dasar kesadaran dan tanggung jawab anak selaku pelajar. Memaksakan anak untuk les ini itu. dsb.
b. sedang punya masalah di rumah (misalnya suasana di rumah sedang "kacau" karena ada adik baru).
c. Bermasalah di sekolah (tidak suka/phobia sekolah, sehingga apapun yang berhubungan dengan sekolah jadi enggan untuk dikerjakan).
Termasuk dalam hal ini adalah guru dan teman sekolah.
d. Tidak mempunyai sarana yang menunjang belajar (misal tidak tersedianya ruang belajar khusus, meja belajar, buku penunjang , dan penerangan yang bagus.alat tulis, buku dll)
e. suasana rumah
misalnya rumah penuh dengan kegaduhan, keadaan rumah yang berantakan ataupun kondisi udara yang pengap. Selain itu tersedianya fasilitas permainan yang berlebihan di rumah juga dapat mengganggu minat belajar anak. Mulai dari radio tape yang menggunakan kaset, CD, VCD, atau komputer yang diprogram untuk sebuah permainan (games), seperti Game Boy, Game Watch maupun Play Stations.
Mengatasi Malas Belajar Anak
Mencari sebab musababnya anak menjadi malas adalah langkah pertama. Saran berikutnya antara lain sbb:
1. Menanamkan pengertian yang benar tentang seluk beluk belajar pada anak sejak dini.
Terangkan dengan bahasa yang dimengerti anak. menumbuhkan inisiatif belajar mandiri pada anak, menanamkan kesadaran serta tanggung jawab selaku pelajar pada anak merupakan hal lain yang bermanfaat jangka panjang.
2. Berikan contoh "belajar" pada anak.
Anak cenderung meniru perilaku orangtua. Ketika menyuruh dan mengawasi anak belajar, orangtua juga perlu untuk terlihat belajar (misalnya membaca buku-buku). Sesekali ayah-ibu perlu berdiskusi satu sama lain, mengenai topik-topik serius (suasana seperti anak sedang kerja kelompok dan diskusi dengan teman-teman, jadi anak melihat kalau orangtuanya juga belajar).
3. Berikan insentif jika anak belajar. Insentif yang dapat diberikan ke anak tidak selalu harus berupa materi, tapi bisa juga berupa penghargaan dan perhatian. Pujilah anak saat ia mau belajar tanpa mesti disuruh
4. Sering mengajukan pertanyaan tentang hal-hal yang diajarkan di sekolah pada anak (bukan dalam keadaan mengetes anak, tapi misalnya sembari mengisi tts atau ikut menjawab kuis ). Jika anak bisa menjawab, puji dia dengan menyebut kepintarannya sebagai hasil belajar. Kalau anak tidak bisa, tunjukkan rasa kecewa dan mengatakan "Yah Ade nggak bisa jawab, nggak bisa bantu Mama deh. Ade, di buku pelajarannya ada nggak sih jawabannya? Kita lihat yuk sama-sama". Dengan cara ini, anak sekaligus akan merasa dipercaya dan dihargai oleh orangtua, karena orangtua mau meminta bantuannya.
5. mengajarkan kepada anak pelajaran-pelajaran dengan metode tertentu yang sesuai dengan kemampuan anak.Misalnya active learning atau learning by doing, atau learning through playing, sehingga anak merasakan bahwa belajar adalah sesuatu yang menyenangkan.
6. Komunikasi
Hendaklah ortu membuka diri , berkomunikasi dengan anaknya guna memperoleh secara langsung informasi yang tepat mengenai dirinya.
Carilah situasi dan kondisi yang tepat untuk dapat berkomunikasi secara terbuka dengannya. Setelah itu ajaklah anak untuk mengungkapkan penyebab ia malas belajar. Pergunakan setiap suasana yang santai seperti saat membantu ibu di dapur, berjalan-jalan atau sambil bermain, tidak harus formal yang membuat anak tidak bisa membuka permasalahan dirinya.
7. Menciptakan disiplin.
jadikan belajar sebagai rutinitas yang pasti.
8. Menegakkan kedisiplinan.
Setelah point 7, Menegakkan kedisiplinan harus dilakukan bilamana anak mulai meninggalkan rutinitas yang telah disepakati. Bilamana anak melakukan pelanggaran sedapat mungkin hindari sanksi yang bersifat fisik (menjewer, menyentil, mencubit, atau memukul). gunakanlah konsekuensi-konsekuensi logis yang dapat diterima oleh akal pikiran anak.
9. Pilih waktu belajar terbaik untuk anak, ketika anak merasa segar. Mungkin sehabis mandi sore. Anak juga bisa diajak bersama-sama menentukan kapan waktu belajarnya.
10. Kenali pola kemampuan dan perkembangan anak kemudian susunlah suatu jadwal belajar yang sesuai.
dalam hal ini IQ, EQ, kemampuan konsentrasi ,daya serap dll.
11. Menciptakan suasana belajar yang baik dan nyaman
Setidaknya orangtua memenuhi kebutuhan sarana belajar, memberikan perhatian dengan cara mengarahkan dan mendampingi anak saat belajar. Sebagai selingan orangtua dapat pula memberikan permainan-permainan yang mendidik agar suasana belajar tidak tegang dan tetap menarik perhatian.
11. Menghibur dan memberikan solusi yang baik dan bijaksana pada anak.
Dalam hal ini jika anak sakit/sedih.
Beberapa hal yang tidak kalah pentingnya dalam menyikapi anak yang sedang dilanda malas belajar adalah:
1. Orangtua harus menyadari sisi positif sang anak.
Galilah sisi positif anak agar anak menyadari dirinya sendiri untuk mengatasi masalahnya.
Pernah nggak sih kamu menghadapi PR yang sangat sulit, tapi akhirnya bisa mengatasinya? Ajak anak untuk mengingat ingat, dan kemudian bercerita. Begitu anak mengingat momen itu, gali lebih jauh. PR apa itu, apa saja kesulitannya, bagaimana dia mengatasinya, dan seterusnya.
Anak akhirnya tersadar bahwa dia bisa mengatasi kesulitan-kesulitannya itu, karena dia memiliki sisi positif tertentu. Sisi itu bergantung dari sang anak. Bisa saja karena kesabaran, keuletan, usaha dia untuk bertanya kepada teman, dan sebagainya.
Perkuat keyakinan anak, atau sadarkan anak. Misalnya dengan mengatakan: Nah, kamu pernah mengalami hal yang seperti ini, dan berarti kamu bisa mengatasinya.
2. Gunakan imajinasi anak
Orangtua membantu anak membayangkan, apa yang dia inginkan untuk masa depannya. Baik dalam waktu panjang atau pendek.
Pancing anak untuk membayangkan sesuatu yang menyenangkan jika dia berhasil mengerjakan PR-nya dengan baik., kira-kira apa ya komentar dari guru? Minta dia menggambarkan imajinasinya dengan jelas, apa jadinya jika PR-nya bagus. Mulai dari bagaimana senyum sang guru, komentarnya, dan sebagainya.
3. Mengarahkan anak untuk berteman dan "hidup" dalam lingkungan yang baik dan mendukung.
4. Tidak terfokus bahwa belajar hanya berkutat pada buku non fiksi.
Gunakan segala hal yang baik yang mampu membuat anak "belajar"tentang segala sesuatu, termasuk permainannya karena dunia bermain adalah dunia anak-anak Pilih dan arahkan permainannya sehingga anak bisa berkembang.
5. Memberikan bekal nilai-nilai religius (dienul Islam) pada anak
Inilah faktor yang sangat penting,disamping doa orang tua akan anak-anaknya. Apalagi di jaman yang berkembang dengan pesatnya. Tak mungkin orang tua memberikan pengawasan secara kasat mata terus menerus.Juga kemajuan teknologi. Satu hal yang menjadi jawabnya adalah: berdienul Islam dengan baik dan benar.
oga artikel ini dapat membantu orang tua dalam mengatasi anknya yang malas belajar.
Walloohu A`lam. Sumber:
http://www.e-psikologi.com/anak/060502.htm
http://www.keluargabahagia.com/artikel.php?act=detail&id=13
Thursday, October 28, 2010
Wednesday, October 27, 2010
11 EASY WAYS TO STUDY ENGLISH

Berikut ini beberapa cara belajar bahasa Inggris/asing lainnya yang dikutip dari sebuah artikel TOMISIMO "11 ways to study foreign language/English
1. Mengikuti Kursus
Anda bisa mendaftar pada kurus yang diselenggarakan oleh universitas ataupun yang lainnya. Tujuan utama dari mmengikuti kelas bahasa ini adalah membantu anda agar tetap maju/bertambah dalam memperlajari bahasa asing. Hal ini juga perlu apakah anda sudah tahu sedikit tentang bahasa itu atau tidak sama sekali, karena dengan mengikuti sebuah kursus anda akan tetap belajar dan mengajari orang lain yang pada akhirnya membantu anda menghidari stagnasi dalam belajar.
2. Beliah dan Gunakan Satu atau Tiga kamus
Kelihatannya kok tembak langsung? Tapi memang demikian harusnya. Sebaiknya anda punya kamus bahasa asing yang anda pelajari, misalnya: Inggris-Indonesia. Atau memakai kamus online, semacam Google Translate.
Intinya kalau anda tidak tahu sebuah kata maka anda bisa langsung membuka kamus anda. Jika tidak memungkinkan membawa kamus kesana kemari cobalah catat pada buku catatan kecil yang bisa dibawa kemana-mana. Catat semua kata yang and dengar dan tidak tahu artinya. Jika senggang coba pelajari lagi kata-kata yang anda catat tadi Kamus kedua yang perlu anda punya adalah kamus Inggris-Inggris atau bahasa asing yang ada pelajari. Misalnya kamus Oxfod atau Longman dan sejenisnya, ini tentunya bagi mereka yang sudah cukup memahami bahasa asing tersebut namun ingin memperdalam lagi tentang istilah-istilah tertentu. Kamus ketiga adalah kamus visual, ini cukup membantu jika anda menemui sebuah istilah yang anda tidak bisa membayangkan seperti apa benda itu. Kamus visual bisa juga dijadikan sebagai bahan untuk melatih percakapan dengan sesama teman yang belajar bahasa asing yang sama.
3. Sediakan Buku Catatan Kecil
Seperti yang dijelaskan di atas, buku seukuran saku anda bisa cukup membantu jika anda mendapatkan kata-kata baru, dengan cara menuliskannya anda juga akan belajar untuk mengingatnya juga. Jika anda menghafalnya selama beberapa saat dan sering menggunakannya maka akan lebih kuat tertancam pada memori anda. Penting juga menulis kata-kata yang kita tidak tahu artinya sama sekali, kalau sempat segera cari artinya di kamus dan tulis dalam buku catatan anda tadi. Fungsi lain dari buku catatan kecil itu adalah jika anda ingin mengetahui arti sebuah kata dalam bahasa Inggris/Asing lain yang anda pelajari. Selanjutnya begitu anda punya waktu luang carilah artinya di kamus anda.
4. Teman Berlatih Bicara
Carilah teman yang bisa dilatih untuk latihan bicara bahasa Inggris / asing yang anda pelajari. Anda bisa mengajak native speaker , atau teman yang sama-sama belajar bahasa Inggris / asing tersebut. Kalau bisa menemukan keduanya itu lebih bagus. Bagai yang mempelajari bahasa Inggris / asing biasanya dia memahami secara tata bahasa penggunaan bahasa Inggris / asing tersebut. Tetapi bagi native speaker , dia lebih memahami bagaimana penggunaan bahasa itu secara konteks budaya yang sering tidak diketahui oleh orang yang sedang belajar bahasa Inggris / asing. Dimana mencari teman berlatih? Wah banyak sekali, bisa di kursusan, kampus, restoran atau tempat-tempat wisata.
5. Grammar Book
Milikilah sebuah buku tatabahasa bahasa Inggris / asing yang standar. Bukan masalah itu untuk tingkat mahasiswa, pelajar SMA atau tingkat apapun.
Poin pentingnya anda punya sebuah buku yang menjelaskan secara baik bagian per bagian tentang tata bahasa Inggris / asing yang anda pelajari. Bacalah dan coba pelajari. Jangan membaca secara loncat-loncat karena bab lain lebih mudah atau menarik, bacalah secara berurutan dan kerjakan latihan yang disediakan dalam tiap bab. Jika tidak paham lewati dulu, dan jangan khawatir. Nanti jika anda terus berlatih pasti akan menemukan jawabannya.
Buku tata bahasa Inggris / asing penting bagi proses belajar anda. Jika anda tidak mempunyainya anda akan tenggelam dalam lautan kata-kata yang anda dengar dalam percakapan atau anda baca. Tetapi jika anda hanya punya buku tata bahasa tanpa praktik maka anda akan tenggelam dalam aturan-aturan bahasa saja. Semuanya saling melengkapi, yang pasti hal itu membantu anda memahami sesuatu yang anda dengar. Misalnya anda telah membaca sebuah Bab yang membahas tentang “kata ganti milik”, ketika anda seseorang memakainya dalam percakapan anda mungkin akan bilang “Oo begitu toh cara pemakaiannya!”
6. Koran atau Majalah
Yang anda lakukan dengan koran / majalah tersebut adalah “memasukkan sebanyak mungkin bahasa Inggris / asing tersebut dalam menu makanan anda sehari-hari” Bacalah artikel di halaman depan, gak masalah itu menarik atau tidak, yang penting baca. Coba pahami setiap kalimat. Tulis kata yang tidak anda ketahui, jika ada kamus disamping anda segera cari artinya. Pahami paragrap pertama, jika masih susah teruskan saja membaca artikel tersebut sampai habis. Kemudian tinjau lagi kata-kata yang tidak anda pahami. Jika ada kesempatan baca lagi bacaan yang sama di lain hari, kali ini anda akan memahi lebih banyak dari semula.
7. Film, Video, Televisi
Metodenya adalah sama dengan ketika anda membaca koran atau majalah di atas. Perbedaannya adalah kalau video/TV menyediakan suara yang bisa anda gunakan untuk berlatih mendengar dalam bahasa Inggris / asing. Rasakan kecepatan, intonasi, dan teksture dari bahasa Inggris / asing yang anda pelajari. Tidak masalah anda tidak mengerti semuanya saat itu, yang terpenting adalah anda berlatih mendengarkan dan mengkondisikan telinga anda untuk beradaptasi dengan bahasa Inggris / asing yang anda pelajari.
8. CD atau Kaset
Carilah kursus bahasa Inggris / asing yang menyediakan CD atau kaset. Tidak masalah mana yang anda suka/pilih. Yang anda cari adalah latihan yang berulang-ulang untuk menajamkan kemampuan mendengarkan anda terhadap bahasa Inggris / asing. Dengarkan CD/Kaset-nya ikuti instruksi yang ada, jika diminta mengulang sebuah kata atau kalimat lakukan. Tidak masalah anda mengucapkan secara fasih atau masih salah, tujuannya adalah latihan lebih baik.
Sebagai catatan, banyak orang yang bilang tidak punya cukup waktu untuk mendengar CD/kaset, ini bohong!. Anda bisa memutarnya di mobil, konversikan jadi mp3 dan dengarkan pada iPOd atau mp3 player anda dimana saja. Dengarkan ketika antri di bank, supermarket atau di pom bensisn. Dengarkan saat jalan-jalan, ke mal, atau kapan saja anda melakukan aktivitas. Maksimalkan semua kesempatan itu, dan saya yakin anda punya waktu untuk mendengarkan CD/Kaset anda.
9. Flash cards
Belilah katu-kartu seukuran 3×5 inch, potonglah sesuai keinginan dan catatlah kata-kata yang ada pada buku saku anda. Tuliskan kata-kata yang paling ingin anda ingat. Tarulah kata dalam bahasa Inggris di sisi depan dan artinya di belakangnya. Aktivitas menulis dalam karu tersebut juga adalah bagian dari belajar. Kartu ini bisa anda bawa kemana saja. Anda bisa membacanya kapan saja anda mau, saat di elevator, menunggu telepon, menunggu kopi di warung dan sebagainya. Atau jika anda tidak sedang bekerja atau lagi santai anda bisa membaca kartu-kartu anda tadi. Cara ini lebih cepat daripada anda membuka buku saku anda. Yang paling penting nggak mengurangi atau bikin malu penampilan anda kok.. heheheh
10. Music
Jika anda seperti kebanyak orang yang suka musik, mengapa tidak mengkoleksi lagu-lagu berbahasa Inggris / asing yang anda pelajari? Ya nikmati saja!
11. Bicara Pada Diri Sendiri
Bicara sendiri? Gila kalee!
Ya, memang! Kenapa? Karena anda tidak setiap saat bisa bertemu seseorang yang bisa dijadikan pasangan bicara. Nah menagpa tidak bicara pada diri sendiri?
Nah, jika anda akan pergi ke pasar, kenapa anda tidak bilang “I’m going to shopping!” bisa anda ucapkan keras-keras atau cukup dalam hati…yang penting diucapkan dalam bahasa Inggris / asing. Anda bisa seharian kemana saja nah cobalah sambil melakukan kegiatan anda katakan itu semua dalam bahasa Inggris / asing. Ya seolah-olah anda seorang narator yang menceritakan sesuatu yang dilakukan orang lain. Ini akan membantu anda belajar secara menyeluruh, karena belajar bahasa Inggris butuh pratik. Kalau sebelumnya anda saya minta mencatat semua yang tidak anda ketahui dalam buku saku anda apa yang anda baca dan dengar, kenapa karena ini melatih anda berpikir dalam bahasa Inggris / asing yang anda pelajari. Ya memang bisa mengucapkan keras-keras tetapi memikirkannya saja dalam bahasa Inggris / asing tanpa menggerakkan bibir anda sucah cukup.
Rangkuman
Tentu masih banyak cara lain untuk belajar bahasa Inggris / asing, misalnya menikah dengan orang yang berbahasa Inggris / asing, tinggal di negeri yang berbahasa Inggris, belajar privat, tetapi yang saya sebutkan di atas adalah yang praktis dan bisa anda lakukan sendiri, bisa anda lakukan setiap saat, dan bisa dilakukan tanpa mengeluarkan banyak uang yang bisa anda buat beli tiket nonton arema berkali-kali (hehehe ini tambahan dari saya)
Poin-poin yang saya sebutkan di atas juga bisa ditambah, misalnya baca novel/puisi dalam bahasa Inggris, menulis bahasa Inggris, atau mendengarkan radio berbahasa Inggris, baik lewat internet atau pesawat radio, sering mengunjungi blog (hihiihi ini tambahan dari saya lagi) tapi saya kira daftarnya sudah panjang… buktinya bisa jadi 3 seri …hehehehe
Nah yang paling penting neh, adalah motivasi anda dalam belajar bahasa Inggris / asing. Jika memang benar-benar pengin bisa bahasa Inggris anda tentu akan meluangkan waktu untuk belajar dan terus berkembang..
Sampai jumpa!
Subscribe to:
Posts (Atom)



