The students are : Ais – Abi – Afif – Via – Vina – Amel – Anggun – Anis – Asri – Dila – Izal – Farel – Iyas – Ghani – Aqil – Himmah – Elda – Icha – Kumala – Fatta – Faiz – Farhan – Naufal – Taqi – Lintang – Putri – Idar – Nuri – Sukma – Nisa – Lala – Yudhis – Nadhif - Abyan

Tuesday, February 23, 2010

Cara Membuat Group Anda Semakin Banyak Penggemar


Akan lebih seru jika group kita mempunyai banyak anggota, karena akan lebih banyak lagi yang akan saling berbagi dan berdiskusi. Ada beberapa hal yang perlu anda ketahui agar group anda semakin banyak penggemar,diantaranya :

1. Minta bantuan para anggota untuk mengundang teman-teman mereka.

2. Menjalin kerjasama dengan admin group lainnya untuk saling mempromosikan group melalui mengirim pesan ke semua anggota. Namun ingat, setelah anggota lebih dari 5000 sudah tidak bisa mengirim pesan ke seluruh anggota. Jadi manfaatkanlah momen sebaik-baiknya.

3. Pinjam facebook teman-teman anda lalu undang semua teman-teman mereka unuk bergabung di group anda.

4. Mengiklankan group anda di facebook secara gratis dengan The Visa Business Network.

5. Mengiklankan group anda di group yang sudah memiliki jutaan anggota. Bisa melalui tautan atau berita terbaru dari group tersebut.

6. Buat tampilan group anda semenarik mungkin.

7. Berikan isi yang tepat dan memuaskan di Informasi group anda.

8. Anda harus konsisten dalam mengelola group.Jika ada yang bertanya sebaiknya anda jawab. Hal ini agar anggota merasa bahwa anda seorang yang bertanggung jawab.Tentunya dia juga akan membalas kebaikan anda dengan ikut mensukseskan group anda.

9. Memakai foto profil Group sesuai dengan judul group anda, juga yang terkesan menarik dan elegan.

10. Jika anda mempunyai teman baru, jangan lupa untuk langsung mengundangnya untuk bergabung di group anda.

Semoga 10 tips ini bisa membantu. ^_^

take from http://facebooktrik.blogspot.com/2009/09/cara-membuat-group-anda-semakin-banyak.html#comment-form

Tuesday, February 9, 2010

Look who’s listening to you!


Sometimes as parents we wonder if our children ever listen to us. How much can a baby really hear and understand? How can a toddler be listening when she is so engrossed in play? Does a preschooler listen even if he talks a mile a minute? Rest assured your child, no matter what her age, is listening intently to what you say and to what is going on around her. Furthermore, listening is a first step on the path to learning to read.

Babies listen from birth
Hearing develops in pregnancy about the fifth month. After birth, the brain is able to perceive and process all the sounds of speech, even those not contained in the child’s native language. The brain begins to map the sounds of speech as the baby hears adults talking to him. These are the sounds that the child will need to know in order to learn to read.

Parents help their baby listen when they speak in parentese, using a voice that is higher in pitch, slower and more drawn out, and has greater contrasts in inflection. This way of speaking presents speech sounds in exactly the way babies need to be able to listen and process them. It’s not baby talk. Your baby shows she is listening to you by turning to the sound of your voice, smiling and laughing, and moving her arms and legs in excitement.

Toddlers listen on the go
By the end of the first year of life, babies have had lots of experience hearing sounds in their daily lives, and they are beginning to understand that certain sounds represent particular things. This is receptive language. The fact that toddlers are curious and into everything exposes them to many different words and sounds. Toddlers listen, they just do it standing up! As they grow closer to speaking words themselves, they seek lots of language stimulation. Your little one may be glued to your side, as he wants to look in your face, watch your mouth, and hear your words. Listening is very important to language and literacy development in the toddler years, even though it occurs on the move.

Preschoolers are all ears
Most preschoolers are in love with talking. Children this age listen more for meaning and less for the sounds of speech. If your child doesn’t say some sounds clearly, repeat the word using the correct pronunciation rather than pointing out the mistake. Also, help your child learn to slow down and listen by getting her attention and giving her yours when she is trying to tell you something.

Preschoolers are learning to listen to a story and to retell a story or answer questions about it, important skills that prepare the child for learning to read in the next few years. Helping your child to pay attention to key parts of a story can enhance listening skills. You might provide a clue before reading, such as “Let’s see what the boy will buy at the store.” Another strategy is to ask your child to make a prediction, such as “Who do you think Baby Bear will find in his bed?’

Listen up! Here are some things you can do to help your child listen:
  • Be sure you have your child’s attention.
  • Make eye-contact down on her level.
  • Look out for ear infections and treat them promptly.
  • Pronounce words the way adults do so your child will know what is correct.
  • Speak a little slower.
  • Use funny voices when reading a story to interest your child.
  • Ask your child to make a prediction about a story.
  • Be a good listener to model for your child.
all texts are take from httpp://www.parentsasteachers.org/site/pp.asp?c=ekIRLcMZJxE&b=272135

Wednesday, February 3, 2010

TONGUE TWISTER GAME

All levels and ages enjoy tongue twisters. They work well as a warm up to get students speaking, and they help students to practise pronouncing difficult sounds in English.

Procedure
Write some English tongue twisters on the board or on pieces of paper to distribute to students. Ask them to read the tongue twisters aloud. Then faster. Then three times in a row. Here are some examples:

She sells sea shells on the sea shore
A proper copper coffee pot
Around the rugged rocks the ragged rascal ran
Red lorry, yellow lorry, red lorry, yellow lorry
A big black bug bit a big black bear
Peter Piper picked a peck of pickled peppers, Where's the peck of pickled peppers Peter Piper picked?

  • Ask the students if they have any tongue twisters in their L1. Have a go at saying them yourself. This usually causes a good laugh, and makes the activity more two-way and interactive.
  • Now ask the students to have a go at creating their own tongue twisters. This activity is a variation of the famous 'Consequences' game. Write the following questions on the board:
  • Write your first name
  • What did she/he do?
  • Where?
  • When?
  • Why? Because…
  • Now give students the following instructions:
    • Get into teams of about 5 people.
    • On a piece of blank paper write your answer to question 1.
    • Pass the paper to the person on your right. Write an answer to question 2 on the paper you have just received. Your answer must begin with the first sound in the person's name (e.g. Bob - bought a bike).
    • Pass the paper on again and write an answer to question 3, again using the sound at the beginning of the name.
    • Continue until all the questions have been answered.
    • Pass the paper back to the person who started with it. Read all of the tongue twisters aloud.
  • It might help if you give the students some examples before they begin the exercise:
    • Bob bought a bike in Bali on his birthday because he was bored
    • Susan sang a song at the seaside on the 6th of September because she saw some sunshine
    • Laura laughed in the laundrette at lunchtime because she lost her laundry
Written by Kate Joyce, British Council.
Find more articles like this on our Teaching English sit

STIMULASI DINI BAYI DAN BALITA


Apa sih stimulasi dini ? Stimulasi dini adalah rangsangan yang dilakukan sejak bayi baru lahir, bahkan lebih disarankan dilakukan sejak janin di dalam kandungan berusia 6 bulan. Stimulasi ini dilakukan setiap hari.
Apa manfaat dari stimulasi dini ? Stimulasi dini ini bermanfaat untuk merangsang semua sistem panca indera, dari pendengaran, penglihatan, perabaan, pembauan sampai pada pengecapan.
Rangsangan yang dilakukan sejak lahir, terus menerus, bervariasi dan dengan suasana bermain dan kasih sayang, akan memacu berbagai aspek kecerdasan (kecerdasan mulitpel), yaitu kecerdasan logika-matematik, emosi, komunikasi, musikal, gerak, visuo-spasial, senirupa dan lain-lain.

Bagaimana cara melakukan stimulasi dini? Stimulasi dini dilakukan dengan menyesuaikan sesuai kelompok umur bayi dan balita, yaitu:

Usia 0-3 bulan: Mengusahakan rasa nyaman, aman dan menyenangkan. Memeluk, menggendong, menatap mata bayi, mengajak tersenyum, berbicara, membunyikan berbagai suara atau musik bergantian. Menggantung dan menggerakkan benda-benda berwarna mencolok, benda-benda berbunyi. Menggulingkan bayi ke kanan-kiri bergantian, tengkurap-telentang. Dan juga dirangsang untuk meraih dan memegang mainan.

Usia 3-6 bulan: Ditambah dengan bermain “cilukba”, melihat wajah bayi dan pengasuh di cermin. Dirangsang untuk tengkurap, telentang bolak-balik dan duduk.

Usia 6-9 bulan: Ditambah dengan memanggil namanya, mengajak bersalaman dan tepuk tangan. Mulai membacakan dongeng, merangsang duduk dan dilatih berdiri berpegangan.

Usia 9-12 bulan: Ditambah dengan mengulang-ulang menyebutkan mama-papa, kakak. Memasukkan mainan ke dalam wadah, minum dari gelas, menggelindingkan bola. Sudah mulai dilatih berdiri dan berjalan dengan berpegangan.

Usia 12-18 bulan: Ditambah dengan latihan mencoret-coret menggunakan pensil warna, menyusun kubus, balok-balok, potongan gambar sederhana. Memasukkan dan mengeluarkan benda-benda kecil dari wadahnya, bermain dengan boneka, sendok, piring, gelas, teko, sapu, lap. Latihlah berjalan tanpa berpegangan, berjalan mundur, memanjat tangga, menendang bola dan melepas celana. Mengerti dan melakukan perintah-perintah sederhana (mana bola, pegang ini, masukan itu, ambil ini). Menyebutkan nama atau menunjukkan benda-benda.

Usia 18-24 bulan: Ditambah dengan menanyakan, menyebutkan dan menunjukkan bagian-bagian tubuh (mana mata? hidung? telinga? mulut? dll). Menanyakan gambar atau menyebutkan nama binatang dan benda-benda di sekitar rumah. Mengajak bicara tentang kegiatan sehari-hari (makan, minum, mandi, main, minta dan lain-lain), latihan menggambar garis-garis, mencuci tangan, memakai baju dan celana, bermain lempar bola dan melompat.

Usia 2-3 tahun: Ditambah dengan mengenal dan menyebutkan warna, menggunakan kata sifat (besar-kecil, panas-dingin, tinggi-rendah, banyak-sedikit dan lain-lain). Menyebutkan nama-nama teman, menghitung benda-benda, memakai baju, menyikat gigi, bermain kartu, boneka, masak-masakan, mobil-mobilan. Menggambar garis, lingkaran, manusia. Latihan berdiri 1 kaki, buang air kecil dan besar di toilet.

Usia 3 tahun ke atas: Selain mengembangkan kemampuan-kemampuan umur sebelumnya, stimulasi juga diarahkan untuk kesiapan sekolah, antara lain: memegang pensil dengan baik, menulis, mengenal huruf dan angka, berhitung sederhana, mengerti perintah sederhana (buang air kecil/besar di toilet) dan kemandirian (ditinggalkan di sekolah), berbagi dengan teman-teman dan lain-lain. Perangsangan dapat dilakukan di rumah (oleh orangtua, pengasuh dan keluarga lainnya) namun dapat pula di Kelompok Bermain (Play Group), Taman Kanak-kanak atau sejenisnya.
Selamat mencoba dan terus berusaha….

Taken from: Kumpul Bocah NinaBobo - Kumpulan Artikel Anak & Teman Bermain
Writing by asti on Saturday, 7 of January , 2006 at 11:03 pm

Sikap Ayah Pengaruhi Perkembangan EQ Bayi


Sikap ayah dari hari ke hari dan dari bulan ke bulan ternyata bisa mempengaruhi EQ bayi. Jika si Ayah suka nempilkan wajal sebal, si bayi konon mengamati dan ikut-ikutan menampilkan wajah sebal juga. Jika si Ayah suka cemburu, eh si bayi juga konon begitu juga.

Usia 0 - 3 Bulan
Hubungan emosional bayi dengan ibunya sudah ada sejak dalam kandungan, demikian kata sebagian pakar. Bayi bisa tahu bila ibunya dalam keadaan stres atau tenang. Jika ibu stres, biasanya bayi ikut rewel, cengeng, dsb.). Jika ibunya tenang, bayi pun tenang. Jika saat ini ibu stres akibat kecemburuan ayah terhadap bayi (yang ditunjukkan lewat perbuatan atau kata-kata yang negatif), otomatis, bayi pun bisa merasakannya dan ikut-ikutan stres.
Sebagian pakar lain mengatakan bahwa hubungan bayi dengan orangtuanya mulai terjalin saat ayah ibunya memberinya minum, menggendong, mendekap, dan menenteramkannya. Kualitas hubungan bayi dengan ayah ibunya di masa ini akan mempengaruhi proses perkembangan keterampilan sosialnya nanti. Jika kecemburuan ayah sampai memperburuk kualitas hubungannya dengan bayi, dikhawatirkan buruk pula proses perkembangan keterampilan sosial si kecil nantinya.
Saat berusia 3 bulan, bayi mulai berminat berinteraksi sosial lewat tatap muka, terutama wajah kedua orangtuanya. Ia akan belajar banyak hal lewat pengamatan dan peniruan bagaimana ‘membaca’ dan mengungkap emosi. Inilah tahap untuk secara aktif mulai melatih emosi bayi. Apa jadinya bila ayah sering menampilkan wajah sebal atau malah membuang muka setiap kali bayi menatapnya? Maka bayi akan mengamatinya, membacanya, dan ikut-ikutan sering menampilkan wajah sebal.

Usia 6 - 8 Bulan
Di usia ini bayi mulai menemukan cara baru untuk mengungkapkan perasaan hatinya, semisal sedih, gembira, takut, marah, dsb. kepada sekelilingnya. Jika sebelumnya ia hanya mampu memikirkan benda atau manusia yang ditatapnya saat itu, sekarang ia sudah bisa memindahkan perhatiannya sambil tetap mengingat objek/manusia tanpa harus menatapnya lagi. Kalau ia senang dengan bola merahnya, ia akan memandang orang tuanya atau orang lain sambil menyampaikan rasa senangnya (lewat senyum, ocehan, atau gelak tawa). Inilah dasar kemampuan untuk bermain dan berinteraksi secara emosional nantinya. Jika bayi lebih banyak merasa sedih/takut pada ayahnya yang galak atau ketus dibakar cemburu, ia akan selalu menatap sekelilingnya dengan ekspresi begitu pula. Mengenaskan, ya!

Usia 9 - 12 Bulan
Di rentang usia ini, bayi mulai memahami bahwa manusia dapat membagi gagasan dan emosi mereka satu sama lain. Bila ayah atau ibu bertanya kepada bayi, “Dedek lagi kesal, ya?”, bayi dapat memahami bahwa orangtuanya ternyata bisa membaca atau mengetahui suasana hatinya. Dengan kata lain bayi mulai memahami bahwa dengan menunjukkan ekspresi tertentu, ia atau orang lain dapat berbagi emosi.

Jika ayah yang cemburu keapda bayi selalu menunjukkan ekspresi negatif (acuh tak acuh, sebal, kesal, dsb.), bayi pun mengetahui suasana hati ayahnya sedang tak bersahabat. Dan jika bayi selalu menjumpai ayahnya dalam keadaan seperti ini, ia pun cenderung menghindar dari sang ayah. Dengan begini, bayi akan kekurangan kasih sayang ayah. Padahal, menurut Robin Skynner, pendiri dan pengajar pada Institute of Family Therapy, Inggris, kehadiran seorang ayah yang penuh kasih sayang di samping bayi kelak akan membantu si bayi menghadapi berbagai masalah dan kelompok yang lebih dari dua orang.Un/dari berbagai sumber/FAD.

Taken from: Kumpul Bocah NinaBobo - Kumpulan Artikel Anak & Teman Bermain
Writing by asti on Sunday, 8 of January , 2006 at 10:07 pm

Nutrisi Otak Agar Anak Cerdas


Pastikan Anda memberikan nutrisi yang cukup untuk otak si kecil agar ia tumbuh sehat dan juga cerdas karena dengan kekurangan salah satu nutrisi tersebut akibatnya perkembangan sistem saraf pusat dan kemampuan kognitif di masa selanjutnya pun akan turut terpengaruh (menurut suatu penelitian yang dipublikasikan dalam British Medical Journal, Inggris, tahun 2001).

Agar si kecil tumbuh sehat juga cerdas maka Kebutuhan yang diperlukan antara lain Lemak Pembangunan Otak, Lemak, terutama asam lemak (DHA dan ARA), adalah salah satu nutrisi yang penting untuk pertumbuhan otak dan mata si kecil. Kekurangan kedua jenis asam lemak esensial itu saat lahir berkorelasi dengan berat badan yang rendah, lingkar kepala yang kecil, dan ukuran plasenta yang rendah. Akibatnya perkembangan sistem saraf pusat dan kemampuan kognitif di masa selanjutnya pun turut terpengaruh. menurut suatu penelitian yang dipublikasian dalam Brithis Medical Journal, Inggris, tahun 2001.

Untuk mencukupi kebutuhan tersebut, berikan ASI seoptimal mungkin untuk si kecil. Sebab ASI terbukti mengandung asam lemak yang dibutuhkan otak untuk bisa berkembang. Dari studi yang dilakukan di The University of Kentucky Chandler Medical Center, Amerika Serikat, terbukti IQ bayi yang diberi ASI jauh lebih tinggi dibanding dengan yang tidak diberi ASI. Dan, pada saat anak mulai diberikan makanan padat, kebutuhan asam lemak itu bisa Anda penuhi dengan memberikan ikan, telur bebek, susu yang diperkaya DHA dan ARA, atau minyak jagung.

Karbohidrat Bahan Bakar Otak Glukosa dari makanan yang kaya karbohidrat merupakan bahan bakar otak yang amat penting agar otak berfungsi optimal. Proses pengolahan informasi dan mengingat dapat berjalan dengan baik dengan terpenuhinya kebutuhan glukosa otak tersebut. Ini semua bisa didapatkan dengan memberikan anak berbagai jenis kacang-kacangan, kentang, buah-buahan seperti pisang, sawo, serta sayur-sayuran misalnya singkong dan daun ubi jalar.

Sedangkan untuk Protein Pembentukan Neurotransmiter adalah senyawa asam amino yang berperan terhadap proses pengolahan informasi di otak. Kadar ini sendiri amat berpengaruh terhadap seberapa banyak protein yang ada dalam makanan yang dikonsumsi sehari-hari Kebutuhan ini bisadidapat dari ikan, daging, keju, yogur dan kacang-kacangan Sedangkan kebutuhan Buah-buahan, Sayur-sayuran yang diperkaya antioksidan amat diperlukan untuk melindungi otak dari proses kerusakan sel-sel otak yang dapat menyebabkan kesulitan dalam mengingat, seperti proses belajarpun jadi lamban.

Writing by asti on Sunday, 8 of January , 2006 at 10:09 pm from kumpul bocah ninabobo

Impian Prestasi, Kapankah terealisasi...???


Maksud hati ingin meraih prestasi setinggi-tingginya sejak usia dini. Namun selalu harus puas hanya ditataran akademis... Tak pernah memboyong piala ke rumah.

Sejak SD, saya sudah begitu sering mewakili sekolah untuk mengikuti berbagai lomba. Namun kesemuanya hanya sekedar 'mencari pengalaman'. Terbaiknya cuma peringkat 6 lomba mapel IPA or Sains se-kecamatan, peringkat 13 lomba siswa se-kecamatan. Kemudian ditutup dengan NEM tertinggi se-Kelurahan dan STTB terbaik se-sekolah.

Di bangku SLTP, Saya terpaku dan terpuruk. Begitu kesulitan beradaptasi dengan pembelajaran SMP membuat saya pernah menduduki rangking 10 besar terbawah. Yang terbaik cuma peringkat 9 se-kelas. Sungguh mengerikan.

Selanjutnya, Saya belajar dari 'kegagalan' semasa SLTP. Di SLTA, saya memilih sekolah yang kurang favorit. Pengecut, barangkali saya saat itu disebut. Dan benar saja. Saat di SLTA, saya hampir tidak pernah bergeser dari rangking 1 di kelas ataupun paralel di sekolah. Hanya sekali rangking 2 di semester 1, 5 semester sisanya menduduki peringkat 1. Meski di penghujung pembelajaran SLTA menempati rangking tertinggi dalam STTB, NEM hanya menempati peringkat 2 dengan selisih 0,02 dengan peringkat 1. Sungguh tragis kisahnya. Sebabnya adalah dalam keadaan sakit saat mengerjakan ujian nasional itu... Huhh... Kenangan yang tak terlupakan..

Semasa di bangku kuliah.. Saya memilih UNS Solo karena relatif dekat... Masa perkuliahan saya jalani dengan semangat di awalnya.. Tetapi diakhirnya.. saya terhantuk beraneka problematika sehingga kuliah saya berlangsung selama 7 tahun yang seharusnya cuma 4 tahun.. Mengerikan.....

Masa kehidupan selanjutnya adalah di luar bangku pendidikan formal. Saya mencoba menekuni hobi bulutangkis. Selain untuk 'refreshing', olahraga ini menawarkan peluang untuk berprestasi juga. Namun sayang, prestasinya hanyalah di tataran bawah persaingan menjadi juara. Sungguh memalukan ditingkat kampung saja, saya hanya menduduki peringkat 3 sebanyak 2 kali, dan juara 2 sebanyak dua kali juga. Sementara di tataran kecamatan hampir selalu kandas di babak pertama dan hanya sekali masuk dalam quarter final... Selanjutnya, pernah dua kali mewakili Gugus VI Banjarsari dan hanya kembali menempati peringkat 4. Di sinilah nampaknya berakhir-lah masa mencari prestasi. Pada pertandingan perebutan peringkat 3. Cedera lutut membuat saya tidak bisa berjalan selama 4 hari dan istirahat panjang yang tak terbatas dari olahraga badminton... Huhhhh...

Setelah menjadi guru bahasa Inggris, kembali prestasi yang tidak memuaskan diraih. Dalam Lomba Guru Bahasa Inggris yang diadakan UNS yang sebenarnya tingkat nasional, namun pesertanya hanya-lah level Jateng-DIY, saya harus puas menempati nominee 5. Yah lumayan-lah dapat uang separuh gaji, pohon, sertifikat, kaos dan souvenir lainnya. Menjadi guru Inggris yang berprestasi adalah impian saya selanjutnya...

Ketika diri sulit berprestasi, impian yang ingin saya wujudkan adalah mengantarkan orang lain meraih prestasi puncak. Sebagai guru bahasa Inggris begitu banyak peluang untuk itu. Namun masih sedikit yang bisa saya perbuat. Saya terhitung belum berhasil mendampingi dan membina anak untuk berprestasi. Berikut ini hanya secuil yang bisa saya bantu untuk anak-anak didik saya; Juara IV Retelling Story, Juara I Retelling Story. Juara 4 Spelling Bee. Juara 3 Spelling Bee. Semuanya masih dalam tataran regional Surakarta. Sungguh masih jauh dari impian saya untuk membawa anak-anak ke tingkat internasional... Mengerikan...
Tapi... Harapan itu masih ada... Semangat itu masih menyala meski sudah tak se-bara dulu lagi... Ya Alloh jika saya tidak mampu berprestasi jadikan putra hamba dan murid hamba berprestasi... Jadikanlah saya perantara-Mu bagi mereka untuk meraih prestasi maksimal... Amien