The students are : Ais – Abi – Afif – Via – Vina – Amel – Anggun – Anis – Asri – Dila – Izal – Farel – Iyas – Ghani – Aqil – Himmah – Elda – Icha – Kumala – Fatta – Faiz – Farhan – Naufal – Taqi – Lintang – Putri – Idar – Nuri – Sukma – Nisa – Lala – Yudhis – Nadhif - Abyan

Thursday, October 28, 2010

ZAID'S STAR THIS MONTH



Congratulation for mbak ICHA....!! Well Done!!

Wednesday, October 27, 2010

11 EASY WAYS TO STUDY ENGLISH


Berikut ini beberapa cara belajar bahasa Inggris/asing lainnya yang dikutip dari sebuah artikel TOMISIMO "11 ways to study foreign language/English

1. Mengikuti Kursus

Anda bisa mendaftar pada kurus yang diselenggarakan oleh universitas ataupun yang lainnya. Tujuan utama dari mmengikuti kelas bahasa ini adalah membantu anda agar tetap maju/bertambah dalam memperlajari bahasa asing. Hal ini juga perlu apakah anda sudah tahu sedikit tentang bahasa itu atau tidak sama sekali, karena dengan mengikuti sebuah kursus anda akan tetap belajar dan mengajari orang lain yang pada akhirnya membantu anda menghidari stagnasi dalam belajar.

2. Beliah dan Gunakan Satu atau Tiga kamus

Kelihatannya kok tembak langsung? Tapi memang demikian harusnya. Sebaiknya anda punya kamus bahasa asing yang anda pelajari, misalnya: Inggris-Indonesia. Atau memakai kamus online, semacam Google Translate.
Intinya kalau anda tidak tahu sebuah kata maka anda bisa langsung membuka kamus anda. Jika tidak memungkinkan membawa kamus kesana kemari cobalah catat pada buku catatan kecil yang bisa dibawa kemana-mana. Catat semua kata yang and dengar dan tidak tahu artinya. Jika senggang coba pelajari lagi kata-kata yang anda catat tadi Kamus kedua yang perlu anda punya adalah kamus Inggris-Inggris atau bahasa asing yang ada pelajari. Misalnya kamus Oxfod atau Longman dan sejenisnya, ini tentunya bagi mereka yang sudah cukup memahami bahasa asing tersebut namun ingin memperdalam lagi tentang istilah-istilah tertentu. Kamus ketiga adalah kamus visual, ini cukup membantu jika anda menemui sebuah istilah yang anda tidak bisa membayangkan seperti apa benda itu. Kamus visual bisa juga dijadikan sebagai bahan untuk melatih percakapan dengan sesama teman yang belajar bahasa asing yang sama.


3. Sediakan Buku Catatan Kecil

Seperti yang dijelaskan di atas, buku seukuran saku anda bisa cukup membantu jika anda mendapatkan kata-kata baru, dengan cara menuliskannya anda juga akan belajar untuk mengingatnya juga. Jika anda menghafalnya selama beberapa saat dan sering menggunakannya maka akan lebih kuat tertancam pada memori anda. Penting juga menulis kata-kata yang kita tidak tahu artinya sama sekali, kalau sempat segera cari artinya di kamus dan tulis dalam buku catatan anda tadi. Fungsi lain dari buku catatan kecil itu adalah jika anda ingin mengetahui arti sebuah kata dalam bahasa Inggris/Asing lain yang anda pelajari. Selanjutnya begitu anda punya waktu luang carilah artinya di kamus anda.


4. Teman Berlatih Bicara

Carilah teman yang bisa dilatih untuk latihan bicara bahasa Inggris / asing yang anda pelajari. Anda bisa mengajak native speaker , atau teman yang sama-sama belajar bahasa Inggris / asing tersebut. Kalau bisa menemukan keduanya itu lebih bagus. Bagai yang mempelajari bahasa Inggris / asing biasanya dia memahami secara tata bahasa penggunaan bahasa Inggris / asing tersebut. Tetapi bagi native speaker , dia lebih memahami bagaimana penggunaan bahasa itu secara konteks budaya yang sering tidak diketahui oleh orang yang sedang belajar bahasa Inggris / asing. Dimana mencari teman berlatih? Wah banyak sekali, bisa di kursusan, kampus, restoran atau tempat-tempat wisata.


5. Grammar Book

Milikilah sebuah buku tatabahasa bahasa Inggris / asing yang standar. Bukan masalah itu untuk tingkat mahasiswa, pelajar SMA atau tingkat apapun.
Poin pentingnya anda punya sebuah buku yang menjelaskan secara baik bagian per bagian tentang tata bahasa Inggris / asing yang anda pelajari. Bacalah dan coba pelajari. Jangan membaca secara loncat-loncat karena bab lain lebih mudah atau menarik, bacalah secara berurutan dan kerjakan latihan yang disediakan dalam tiap bab. Jika tidak paham lewati dulu, dan jangan khawatir. Nanti jika anda terus berlatih pasti akan menemukan jawabannya.
Buku tata bahasa Inggris / asing penting bagi proses belajar anda. Jika anda tidak mempunyainya anda akan tenggelam dalam lautan kata-kata yang anda dengar dalam percakapan atau anda baca. Tetapi jika anda hanya punya buku tata bahasa tanpa praktik maka anda akan tenggelam dalam aturan-aturan bahasa saja. Semuanya saling melengkapi, yang pasti hal itu membantu anda memahami sesuatu yang anda dengar. Misalnya anda telah membaca sebuah Bab yang membahas tentang “kata ganti milik”, ketika anda seseorang memakainya dalam percakapan anda mungkin akan bilang “Oo begitu toh cara pemakaiannya!”


6. Koran atau Majalah

Yang anda lakukan dengan koran / majalah tersebut adalah “memasukkan sebanyak mungkin bahasa Inggris / asing tersebut dalam menu makanan anda sehari-hari” Bacalah artikel di halaman depan, gak masalah itu menarik atau tidak, yang penting baca. Coba pahami setiap kalimat. Tulis kata yang tidak anda ketahui, jika ada kamus disamping anda segera cari artinya. Pahami paragrap pertama, jika masih susah teruskan saja membaca artikel tersebut sampai habis. Kemudian tinjau lagi kata-kata yang tidak anda pahami. Jika ada kesempatan baca lagi bacaan yang sama di lain hari, kali ini anda akan memahi lebih banyak dari semula.


7. Film, Video, Televisi

Metodenya adalah sama dengan ketika anda membaca koran atau majalah di atas. Perbedaannya adalah kalau video/TV menyediakan suara yang bisa anda gunakan untuk berlatih mendengar dalam bahasa Inggris / asing. Rasakan kecepatan, intonasi, dan teksture dari bahasa Inggris / asing yang anda pelajari. Tidak masalah anda tidak mengerti semuanya saat itu, yang terpenting adalah anda berlatih mendengarkan dan mengkondisikan telinga anda untuk beradaptasi dengan bahasa Inggris / asing yang anda pelajari.


8. CD atau Kaset

Carilah kursus bahasa Inggris / asing yang menyediakan CD atau kaset. Tidak masalah mana yang anda suka/pilih. Yang anda cari adalah latihan yang berulang-ulang untuk menajamkan kemampuan mendengarkan anda terhadap bahasa Inggris / asing. Dengarkan CD/Kaset-nya ikuti instruksi yang ada, jika diminta mengulang sebuah kata atau kalimat lakukan. Tidak masalah anda mengucapkan secara fasih atau masih salah, tujuannya adalah latihan lebih baik.
Sebagai catatan, banyak orang yang bilang tidak punya cukup waktu untuk mendengar CD/kaset, ini bohong!. Anda bisa memutarnya di mobil, konversikan jadi mp3 dan dengarkan pada iPOd atau mp3 player anda dimana saja. Dengarkan ketika antri di bank, supermarket atau di pom bensisn. Dengarkan saat jalan-jalan, ke mal, atau kapan saja anda melakukan aktivitas. Maksimalkan semua kesempatan itu, dan saya yakin anda punya waktu untuk mendengarkan CD/Kaset anda.


9. Flash cards

Belilah katu-kartu seukuran 3×5 inch, potonglah sesuai keinginan dan catatlah kata-kata yang ada pada buku saku anda. Tuliskan kata-kata yang paling ingin anda ingat. Tarulah kata dalam bahasa Inggris di sisi depan dan artinya di belakangnya. Aktivitas menulis dalam karu tersebut juga adalah bagian dari belajar. Kartu ini bisa anda bawa kemana saja. Anda bisa membacanya kapan saja anda mau, saat di elevator, menunggu telepon, menunggu kopi di warung dan sebagainya. Atau jika anda tidak sedang bekerja atau lagi santai anda bisa membaca kartu-kartu anda tadi. Cara ini lebih cepat daripada anda membuka buku saku anda. Yang paling penting nggak mengurangi atau bikin malu penampilan anda kok.. heheheh


10. Music

Jika anda seperti kebanyak orang yang suka musik, mengapa tidak mengkoleksi lagu-lagu berbahasa Inggris / asing yang anda pelajari? Ya nikmati saja!


11. Bicara Pada Diri Sendiri

Bicara sendiri? Gila kalee!
Ya, memang! Kenapa? Karena anda tidak setiap saat bisa bertemu seseorang yang bisa dijadikan pasangan bicara. Nah menagpa tidak bicara pada diri sendiri?
Nah, jika anda akan pergi ke pasar, kenapa anda tidak bilang “I’m going to shopping!” bisa anda ucapkan keras-keras atau cukup dalam hati…yang penting diucapkan dalam bahasa Inggris / asing. Anda bisa seharian kemana saja nah cobalah sambil melakukan kegiatan anda katakan itu semua dalam bahasa Inggris / asing. Ya seolah-olah anda seorang narator yang menceritakan sesuatu yang dilakukan orang lain. Ini akan membantu anda belajar secara menyeluruh, karena belajar bahasa Inggris butuh pratik. Kalau sebelumnya anda saya minta mencatat semua yang tidak anda ketahui dalam buku saku anda apa yang anda baca dan dengar, kenapa karena ini melatih anda berpikir dalam bahasa Inggris / asing yang anda pelajari. Ya memang bisa mengucapkan keras-keras tetapi memikirkannya saja dalam bahasa Inggris / asing tanpa menggerakkan bibir anda sucah cukup.


Rangkuman

Tentu masih banyak cara lain untuk belajar bahasa Inggris / asing, misalnya menikah dengan orang yang berbahasa Inggris / asing, tinggal di negeri yang berbahasa Inggris, belajar privat, tetapi yang saya sebutkan di atas adalah yang praktis dan bisa anda lakukan sendiri, bisa anda lakukan setiap saat, dan bisa dilakukan tanpa mengeluarkan banyak uang yang bisa anda buat beli tiket nonton arema berkali-kali (hehehe ini tambahan dari saya)
Poin-poin yang saya sebutkan di atas juga bisa ditambah, misalnya baca novel/puisi dalam bahasa Inggris, menulis bahasa Inggris, atau mendengarkan radio berbahasa Inggris, baik lewat internet atau pesawat radio, sering mengunjungi blog (hihiihi ini tambahan dari saya lagi) tapi saya kira daftarnya sudah panjang… buktinya bisa jadi 3 seri …hehehehe
Nah yang paling penting neh, adalah motivasi anda dalam belajar bahasa Inggris / asing. Jika memang benar-benar pengin bisa bahasa Inggris anda tentu akan meluangkan waktu untuk belajar dan terus berkembang..

Sampai jumpa!

Saturday, September 25, 2010

KISI-KISI MATERI UJIAN MID-SEMESTER KELAS 4 ZAID BIN TSABIT 11-15 October 2010

KISI-KISI MATERI UJIAN MID-SEMESTER
KELAS 4 ZAID BIN TSABIT
11-15 October 2010

A. PAI, FIQH & LIFE SKILLS
- Asmaul Husna, Hari kiamat, adab bertetangga
- Fiqh & Life Skills: kaifiyat puasa Ramadhan & puasa Sunnah

B. AL-QUR’AN
- Hukum mad, Qs. Al-ghasiyyah, hadits Arba’in: karakteristik keimanan, larangan marah

C. CITIZENSHIP
1.Pemerintahan Desa
2.Pemerintahan Kecamatan

D. SOCIAL STUDIES
1.peta dan kelengkapannya
2.kenampakan alam dan sosial budaya

E. SCIENCE
1.Bab I: Tulang dan Sendi
2.Bab II: indera: bagian mata, bagian bola mata, penyakit mata, cara menjaga kesehatan mata

F. MATH
1.Sifat-sifat operasi hitung
2.mengurutkan bilangan
3.perkalian dan pembagian
4.operasi hitung campuran
5.penaksiran dan pembulatan uang

G. INDONESIAN
1.Denah
2.Lambang Daerah
3.Pokok Pikiran Bacaan

H. JAVANESE
1.Boso Kromo
2.mangertosi carito
3.aksara jawa
4.mangertosi tembang ilir-ilir

I. ARABIC
- tempat umum, di ruang makan

J. ENGLISH
1.Unit 1 & Unit 2 SUPERKIDS 4.
2.Math English (numbers, multiplication & division)

PEKAN X (20-27 Sept 2010)

PEKAN X (20-27 Sept 2010)

A. RELIGION:
1.FIQH & LIFE SKILLS
- Review dan latihan soal

2.AL-QUR’AN
- Muroja-ah QS. Al-Ghosiyyah
- Mad Iwadl & Mad Jaiz

3.ISLAMIC FAITH EDUCATION
- Menceritakan adab baik yang pernah dilakukan pada tetangga

B. CITIZENSHIP
1.off – studying citizenship book

C. SOCIAL STUDIES
1.Review kenampakan alam

D. SCIENCE
1.drawing parts of eye

E. MATH
1.Mixed Arithmetic Operations
2.Review UK. 3 (Multiplication & Division)

F. INDONESIAN
1.mendeskripsikan sesuatu
2.latihan soal
3.menceritakan tentang “lebaranku”

G. JAVANESE
1.Cariyos: WERKUDORO

H. ARABIC
1.nama-nama tempat
2.Di ruang makan

I. ENGLISH
1.Speaking Games: Possessive Pronouns Dominoes
2.Remediation Test: Writing 1
3.Spelling Bee Practices
4.Speaking review: Is this your …..? Yes It is, No, it is not. It is his.

J. I.T. (COMPUTER)
1. Open Office Writer: Spelling and Grammar

K. ARTS & CRAFTS
-

L. SPORT & PHYSICAL EDUCATION
Playing Soccer

M. SCOUTS
1. Membuat regu (pa)
2. PBB (pi)

NOTES:
1. Total Effective learning days : 6 days

PEKAN IX (30 Agustus – 3 Sept 2010)

PEKAN IX (30 Agustus – 3 Sept 2010)

A. RELIGION:
1.PEKAN VIII (23 - 27 Agustus 2010)FIQH & LIFE SKILLS
- Idul fitri meaning

2.AL-QUR’AN
- Hadits larangan marah (Hadits Arba’in ke-16)
- Muroja-ah QS. Al-Ghosiyyah ayat 6-10
- Menulis Mad Iwadl

3.ISLAMIC FAITH EDUCATION
- Adab bertetangga (sopan santun)

B. CITIZENSHIP
1.Uji Kompetensi 1

C. SOCIAL STUDIES
1.Sosial Budaya dan Peristiwa alam

D. SCIENCE
1.Chapter 2: SENSE
2.Exercise

E. MATH
1.Multiplication & Division
2.Competence Test : “Multiplication & Division”

F. INDONESIAN
1.menceritakan kembali sebuah cerita
2.review materi

G. JAVANESE
1.Uji Kompetensi

H. ARABIC
1.Dhorof Makan
2.Latihan soal

I. ENGLISH
1.1st writing basic competence test.
2.Review chapter 1 & 2 Superkids
3.Math English: Number, Multiplication & Division

J. I.T. (COMPUTER)
1. Open Office Writer: Spelling and Grammar

K. ARTS & CRAFTS
-

L. SPORT & PHYSICAL EDUCATION
-

M. SCOUTS
-

NOTES:
1. Total Effective learning days : 5 days
2. 2 weeks Idul Fitri Holidays

PEKAN VIII (23 - 27 Agustus 2010)

PEKAN VIII (23 - 27 Agustus 2010)

A. RELIGION:
1. FIQH & LIFE SKILLS
- Membuat kartu lebaran

2.AL-QUR’ANhttp://www.tempointeraktif.com/hg/eropa/2010/09/25/brk,20100925-280411,id.html
- Hadits larangan marah (Hadits Arba’in ke-16)
- Muroja-ah QS. Al-Ghosiyyah
- Mad Jaiz

3.ISLAMIC FAITH EDUCATION
- Adab bertetangga

B. CITIZENSHIP
1.Wilayah Kecamatan

C. SOCIAL STUDIES
1.Kenampakan Alam

D. SCIENCE
1.Remidial dan Pengayaan “rangka”

E. MATH
1.Multiplication & Division

F. INDONESIAN
1.Mengembangkan pikiran pokok menjadi paragraph
2.Mengembangkan karangan dari pokok pikiran

G. JAVANESE
1.Nulis aksara Jawa: Sandhangan swara: e,E, I, u, o

H. ARABIC
1.mendengarkan dan mencari kata kerja dalam film
2.Uji Kompetensi 2

I. ENGLISH
1.Possessive pronouns
2.Listening SUPERKIDS AUDIO CD: A11& A12

J. I.T. (COMPUTER)
1. Open Office Calc (Tabel, operasi matematika)

K. ARTS & CRAFTS
-

L. SPORT & PHYSICAL EDUCATION
-

M. SCOUTS
-

NOTES:
1. Effective learning days : 5 days

Wednesday, September 1, 2010

KEEP OUR TOGETHERNESS....!


JURNAL KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR SDII AL-ABIDIN KELAS 4 – ZAID BIN TSABIT


PEKAN KE-7 (23-28 AGUSTUS 2010)


  1. AL-QUR’AN

1. Hadits Arba’in ke-16: Larangan Marah

2. Murojaah QS. Al-Ghossiyyah

3. Tajwid: Mad Jaiz

  1. FIQH & LIFE SKILLS

1. Membuat kartu ucapan Ídul Fitri

  1. PAI (ISLAMIC FAITH EDUCATION)

1. Adab bertetangga

  1. CITIZENSHIP

1. -

2.

  1. SOCIAL STUDIES

1. Kenampakan alam & membahas LKS

  1. MATH

1. Multiplication & Division

  1. SCIENCE

1. Remedial & pengayaan = KD 1.1. Rangka

  1. INDONESIAN

1. Mengembangkan pokok pikiran menjadi paragraf

2. Mengembangkan karangan dari pokok pikiran

  1. ENGLISH

1. Possessive pronouns: mine, his, hers.

2. Asking and answering about possessive pronoun

  1. ARABIC
    1. Menyimak kata kerja dalam film
    2. Uji Kompetensi

  1. JAVANESE

1. Nulis aksara Jawa: Sandangan swara e, 3, i, u, o

  1. I.T. (COMPUTER)

1. open office calc (table & operasi matematika)

  1. ARTS & CRAFTS

1. -

  1. SPORT & PE

1. -

  1. SCOUTS

1.

Notes:

  1. Ramadhan : 4 lessons in a day
  2. Saturday in Ramadhan is holiday.

Wednesday, August 25, 2010

JURNAL KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR SDII AL-ABIDIN KELAS 4 – ZAID BIN TSABIT


PEKAN KE-6 (16-21 AGUSTUS 2010)

A. AL-QUR’AN
1.Hadits: Karakteristik keimanan
2.Tajwid: Mad wajib muttassil

B.FIQH & LIFE SKILLS
1.Fasting Ramadhan
2.Ujian

C.PAI (ISLAMIC FAITH EDUCATION)
1.Ujian

D.CITIZENSHIP
1.Review Pemerintahan desa dan latihan soal

E.SOCIAL STUDIES
1.Ujian

F.MATH
1.remedial & Pengayaan Properties of Arithmetic Operation
2.Multiplication

G.SCIENCE
1.Disease and disorders of skeleton

H.INDONESIAN
1.Mencari pokok pikiran bacaan

I.ENGLISH
1.Page 12-13 SUPERKIDS 4
2.Speaking: Make statements(+ & -) & answering questions about possessive;mine, his, hers

J.ARABIC
1. Kitabah: fil ghurfatunnaum

K.JAVANESE
1.Ngendikan:Nyriyosaken malih babagan “APOTEK HIDUP”

L.I.T. (COMPUTER)
1. open office calc (table & sum)

M.ARTS & CRAFTS
1.-

N.SPORT & PE
1.-

O.SCOUTS
1.–

Notes:
1.17 Aug 2010 : Indonesian Independence day
2.Saturday in Ramadhan is holiday, except for sanlat purpose.
3.21-22 Aug 2010: Pesantren Kilat SDII AL-ABIDIN

JURNAL KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR SDII AL-ABIDIN KELAS 4 – ZAID BIN TSABIT


PEKAN KE-5 (9-14 AGUSTUS 2010)

A. AL-QUR’AN
1. Hadits Arba’in ke-15

B. FIQH & LIFE SKILLS
1. Adab saat Sholat Jum’at

C. PAI (ISLAMIC FAITH EDUCATION)
1. Hari Kiamat

D. CITIZENSHIP
1. -

E. SOCIAL STUDIES
1. -

F. MATH
1. Multiplication (perkalian)

G. SCIENCE
1. Remedial & Pengayaan

H. INDONESIAN
1. Cara penggunaan pompa

I. ENGLISH
1. Listening SUPERKIDS’ audio CD (Moving class)

J. ARABIC
1. -

K. JAVANESE
1. Mirengaken carita : Muhammad SAW lan Mendung.

L. I.T. (COMPUTER)
1. -

M. ARTS & CRAFTS
1. -

N. SPORT & PE
1. Kasti games

O. SCOUTS
1. –

Notes:
1. 10 Aug 2010 : Students parade: welcoming Ramadhan 1431 H
2. 11, 12 Aug 2010: Early Ramadhan Holidays.
3. 15 Aug 2010: Holiday

Tuesday, August 24, 2010

JURNAL KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR KELAS 4 – ZAID BIN TSABIT SDII AL-ABIDIN PEKAN IV (2 - 7 Agustus 2010)


PEKAN IV (2 - 7 Agustus 2010)

A. RELIGION:
1. FIQH & LIFE SKILLS
 Kaifiyat Puasa 2

2. AL-QUR’AN
 Tahfidz Hadits Arba’in: “Karakteristik Keimanan”
 Praktek Membaca Al-Qur’an

3. ISLAMIC FAITH EDUICATION
 -

B. CITIZENSHIP
-

C. SOCIAL STUDIES
-

D. SCIENCE
- Kind of joints & Function of skeleton
- Block Test: KD 1

E. MATH
- Order of numbers
- Uji kompetensi II: Order of numbers


F. INDONESIAN
- Membuat resensi
- Petunjuk melakukan sesuatu

G. JAVANESE
-

H. ARABIC
- Tes lisan : tempat makan

I. ENGLISH
- Page 9 SUPERKIDS 4
- Speaking : Yes/no questions

J. I.T. (COMPUTER)
-

K. ARTS & CRAFTS
-

L. SPORT & PHYSICAL EDUCATION
- Playing soccer

M. SCOUTS
- Uji fisik: lari

NOTES:
1. Effective learning days : 4 days
2. Tuesday : holiday, Wednesday: Swimming to KWANGEN

JURNAL KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR KELAS 4 – ZAID BIN TSABIT SDII AL-ABIDIN


PEKAN III (26 -31 Juli 2010)

A. RELIGION:
1. FIQH & LIFE SKILLS
- Kaifiyat Puasa

2. AL-QUR’AN
- Tahfidz Hadits
- Tahfidz Al-Qur’an QS. Al-Ghosiyyah
- Mad Jaiz Munfasil

3. ISLAMIC FAITH EDUICATION
- Asmaa’ul Husna dan menta’rif hari kiamat.

B. CITIZENSHIP
- Memahami Pemerintahan Desa 2

C. SOCIAL STUDIES
- Perkenalan Peta dan kelengkapannya 2

D. SCIENCE
- Kind of joints

E. MATH
- Test of Properties of Arithmetic Operation
- Order of numbers (Symbol & names of numbers)


F. INDONESIAN
- Denah 2
- Uji Kompetensi 1

G. JAVANESE
- Pacelaton : menceritakan kembali

H. ARABIC
- Uji kompetensi 1
- Hiwar: AL-MATH’AM: tempat makan

I. ENGLISH
- Speaking : Where’re you going? We’re going to ….
- Speaking : Talk about countries
- Speaking : Is HE/SHE..? Yes/no answer

J. I.T. (COMPUTER)
- Matematika keuangan pada open office calc

K. ARTS & CRAFTS
-

L. SPORT & PHYSICAL EDUCATION
-Off – for yell & class songs contest

M. SCOUTS
Off

NOTES:
1. Effective learning days : 6 days
2. Friday - Saturday: Akreditasi Sekolah
3. MARKET DAY ON FRIDAY 30 July 2010

PEKAN II (19-24 Juli 2010) JURNAL PEMBELAJARAN ZAID CLASS



A. RELIGION:
1. FIQH & LIFE SKILLS
-
2. AL-QUR’AN
- Perkenalan dan pembagian kelompok
-Tahfidz Al-Qur’an QS. Al-Ghosiyyah 1-3
-Hukum Mad (Mad Thobi’i)

3. ISLAMIC FAITH EDUICATION
-

B. CITIZENSHIP
-Memahami Pemerintahan Desa

C. SOCIAL STUDIES
- Perkenalan Peta dan kelengkapannya

D. SCIENCE
- Bones (tulang)

E. MATH
-Properties of Arithmetic Operation

F. INDONESIAN
- Menggambar Denah (mata angin)
- Menjelaskan Denah
- Mengenal lambing kota surakarta

G. JAVANESE
- Pacelaton : menceritakan kembali

H. ARABIC
- Kata Ganti: Ana, huwa, hiya
- Latihan soal kata ganti
- Mufrodat baru: roti, kopi, nasi, daging, teh

I. ENGLISH
- COUNTRIES (Superkids 4 students book page 6-7)
- Singing Class song and yell

J. I.T. (COMPUTER)
- Fast Typing (mengetik cepat)

K. ARTS & CRAFTS
-
L. SPORT & PHYSICAL EDUCATION
-Playing Soccer and free games

M. SCOUTS
-off

NOTES:
1. Effective learning days : 4 days
2. Friday - Saturday: Holidays

JURNAL KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR KELAS 4 – ZAID BIN TSABIT SDII AL-ABIDIN PEKAN I (12-17Juli 2010)



PEKAN I (12-17Juli 2010)

A. RELIGION:
1. FIQH & LIFE SKILLS
Perkenalan Materi kelas 4
2. AL-QUR’AN
3. ISLAMIC FAITH EDUICATION

B. CITIZENSHIP

C. SOCIAL STUDIES
-Perkenalan

D. SCIENCE
-Perkenalan materi

E. MATH
off

F. INDONESIAN
-Menonton film

G. JAVANESE
- off

H. ARABIC
-Perkenalan diri

I. ENGLISH
-Review Grade 3 Materials
-Spelling Practices

J. I.T. (COMPUTER)
- off

K. ARTS & CRAFTS
-off

L. SPORT & PHYSICAL EDUCATION
-off

M. SCOUTS
-off

NOTES:
1. Monday-Wednesday, 12-14 July : Pra KBM
2. Effective learning days : 2 days
3. Saturday: Holiday

Saturday, August 7, 2010

AGAR PUASA TETAP BUGAR DAN SEHAT


NIAT PUASA
Motivasi yang kuat untuk berpuasa menyebabkan fisik kita siap untuk menghadapi sesuatu yang diakibatkan oleh puasa tersebut. Diketahui bahwa kadar asam lambung orang yang niat puasa lebih rendah dari orang yang kelaparan. Hal ini karena niat(motivasi) puasa menyebabkan penekanan pusat lapar di otak sehingga kita siap menahan lapar sampai waktu berbuka.

TETAP MAKAN SAHUR

Makan sahur penting bagi kita untuk memperoleh cadangan energi dalam melakukan aktifitas keseharian. Bila tidak sahur seseorang akan mudah menjadi hipoglikimia dimana kadar gula dalam darah turun. Hal ini menyebabkan tubuh cepat menjadi lesu, loyo dan mengantuk, bahkan mudah marah.

HINDARI MAKANAN DAN MINUMAN YANG BANYAK MENGANDUNG GULA SAAT SAHUR
Makanan dan minuman yang terlalu banyak mengandung gula akan memacu tubuh memproduksi insulin untuk segera menetralkan kadar gula dalam darah. Akibatnya rasa lapar akan cepat timbul dan badanpun menjadi cepat lemas danlesu. Perbanyak makanan yang mengandung protein tinggi karena protein akan diolah lebih lambat disbanding jenis makanan lain.

SEGERA BERBUKA PUASA PADA WAKTUNYA
Segeralah berbuka dengan makanan yang manis (korma) dan secukupnya, makanan yang manis lebih baik untuk usus yang kosong dan lebih cepat diubah menjadi energi. “Makan dan minumlah kamu jangan berlebihan….”QS 7:31

BEROLAHRAGA DI BULAN RAMADHAN
Salah satu penyabab cepat lelah ketika puasa adalah kebiasaan yang salah ramai-ramai berolahraga sehabis sahur. Waktu yang tepat untuk berolahraga di bulan Ramadhan adalah beberapa jam (1-2 jam) menjelang berbuka puasa dan dianjurkan tidak melakukan olahraga yang terlalu berat.

MENJAGA KEBERSIHAN GIGI DAN MULUT SELAMA BERPUASA
Ketika puasa semua kegiatan makan dan minum berhenti total sehingga produksi kelenjar air liur mulut berkurang dan mulut menjadi cepat asam dan berbau. Karena itu dianjurkan untuk segera menggosok gigi sehabis makan sahur agar sisa-sisa makanan tidak membusuk di rongga mulut.

Semoga bermanfaat…
Diambil dari leaflet DPD Partai Keadilan Sejahtera Kota Bekasi.

Wednesday, July 28, 2010

Mengetahui Gaya Belajar dengan Analisa Sidik Jari


Berbagi pengalaman nih... Baru aja ngantar anak untuk analisa sidik jari yang diselenggarakan oleh salah satu produsen susu formula untuk anak-anak.
wAH.. Ternyata Mas Zaka lebih cenderung ke visual-picture... musti bikin banyak alat peraga nih... but insya Alloh it will be easier...

Bagaimana dengan putra-putri anda? Gaya belajar yang dominan apa?
Berikut ini tipe gaya belajar, kendala dan cara menstimulasinya. Moga bermanfaat:

1. Tipe Visual



* Lebih mudah mengingat dengan melihat.
* Lebih suka membaca.
* Lebih mudah menangkap pelajaran lewat materi bergambar.
* Peka akan warna dan cukup paham akan artistik.
* Duduk tenang saat belajar di tengah situasi ribut dan ramai tanpa merasa terganggu.
* Tertarik pada seni lukis, pahat, dan gambar.
* Melihat sikap, gerakan, dan bibir guru yang mengajar.
* Mudah menghafal tempat dan lokasi.


* Kendala Tipe Visual

* Tak suka berbicara di depan kelompok atau mendengarkan orang lain.
* Tahu apa yang harus dikatakan, tapi tak bisa mengungkapkan dengan kata-kata.
* Terlambat menyalin pelajaran di papan tulis, dan tulisan tangannya berantakan tak terbaca.
* Sering kali lupa jika menyampaikan pesan verbal kepada orang lain.
* Kurang mampu mengingat informasi yang diberikan secara lisan.
* Agak sulit menyimak dan memahami isi pembicaraan.


* Cara Menstimulasi

* Gunakan beragam bentuk grafis untuk menyampaikan informasi atau materi pelajaran.
* Perangkat grafis bisa berupa film, slide, ilustrasi, coretan, atau kartu gambar.
* Mintalah untuk membayangkan obyek atau materi yang sedang dipelajari.


2. Tipe Auditory



* Mudah ingat apa yang didengar.
* Senang dibacakan atau mendengarkan.
* Pandai bercerita dan senang membaca dengan suara keras.
* Lebih menyukai humor lisan ketimbang membaca buku.
* Senang berdiskusi, bicara, atau menjelaskan secara panjang-lebar.
* Menyenangi seni musik.
* Mudah mempelajari bahasa asing.


* Kendala

* Cenderung banyak omong.
* Tak bisa belajar dalam suasana berisik.
* Kurang tertarik pada hal-hal baru.


* Cara Menstimulasi

* Bekali tape recorder untuk merekam semua materi pelajaran yang diajarkan di sekolah.
* Libatkan diri dalam kegiatan diskusi.
* Lakukan review secara verbal dengan teman atau pengajar.
* Rekamlah ide dan pikiran sebelum dituangkan dalam bentuk tulisan.


3. Tipe Kinestetik



* Gemar menyentuh segala sesuatu.
* Aktif mengerjakan sesuatu yang memakai tangannya.
* Suka menggunakan obyek nyata sebagai alat bantu belajar.
* Menyukai gerak fisik dan memiliki koordinasi tubuh yang baik.
* Membaca dengan menunjuk kata-kata dengan jari tangan.
* Menghafal sesuatu dengan melihat langsung.
* Unggul dalam pelajaran olahraga.
* Lebih suka mendemonstrasikan sesuatu (peragaan) ketimbang penjelasan.
* Cenderung menggunakan gerak tubuh untuk mengungkapkan sesuatu.


* Kendala

* Sulit mempelajari hal abstrak, seperti matematika atau peta.
* Tak bisa belajar di sekolah yang bergaya konvensional.
* Energinya cukup tinggi, dan jika tidak disalurkan, akan berpengaruh terhadap konsentrasi belajarnya.


* Cara Menstimulasi

* Masukkan ke sekolah yang menganut sistem active learning.
* Belajar memakai model peraga, misal belajar di laboratorium.
* Diberikan aktivitas fisik, seperti olahraga atau menari.

Thursday, April 15, 2010

Memprediksi Tinggi Badan Anak


Setiap orangtua pasti menginginkan anaknya tumbuh normal baik berat ataupun tinggi badannya. Banyak cara yang dilakukan orangtua agar anaknya tumbuh tinggi dan sehat. Padahal ada perhitungan khusus untuk memprediksi berapa tinggi badan anak. Mau tahu?

Ada banyak rumus yang digunakan oleh orang-orang dalam memperkirakan berapa tinggi anaknya nanti. Seperti mengambil tinggi saat berusia 2 tahun lalu dikali misalnya tinggi anak ketika usia dua tahun 80 cm dikali 2 menjadi 160 cm. Atau ada juga yang menambahkan tinggi orangtuanya lalu dibagi dua, misalnya tinggi ayah 170 Cm dan tinggi ibu 165 cm keduanya dijumlahkan menjadi 335 cm dibagi 2 hingga menjadi 167,5 cm untuk perkiraan tinggi anak saat dewasa.

Selain itu ada juga skema perhitungan yang lebih rumit dengan memperhitungkan bulan kelahiran, warna mata atau tinggi si anak saat lahir. Diantara perhitungan tersebut ada yang didasarkan oleh beberapa ide ilmiah, namun sebagian besar hanya merupakan tebakan yang masuk akal.

Semua orang tahu bahwa faktor genetik merupakan hal penting dan memberikan pengaruh yang besar hingga si anak dewasa nanti. Setelah mempelajari ribuan anak dan orangtuanya, terbentuk sebuah rumus yang telah dikembangkan untuk membantu mengetahui pertumbuhan tinggi anak hingga mencapai potensi genetik, seperti dikutip dari Parenting, Jumat (6/11/2009), yaitu:

1. Tambahkan tinggi kedua orangtua bisa dengan menggunakan satuan inci atau sentimeter.
2. Membagi jumlah tersebut dengan angka 2.
3. Setelah dibagi tambahkan 2,5 inci (jika menggunakan satuan inci) atau 6,5 cm (jika menggunakan satuan cm).
4. Angka yang didapatkan adalah tinggi midparental (pertengahan tinggi) untuk anak.
5. Tinggi anak yang sebenarnya adalah +/- 4 inci atau +/- 10 cm. Itu adalah range tinggi anak Anda.

Jika memakai contoh di atas tinggi ayah 170 cm dan tinggi ibu 165 cm keduanya dijumlahkan menjadi 335 cm dibagi 2 hingga menjadi 167,5 cm. Angka i67,5 cm kemudian 6,5 cm menjadi 174 cm. Angka 174 cm ini adalah angka pertengahan perkiraan tinggi anak. Sedangkan tinggi anak sebenarnya adalah hasil akhir tadi (174 cm) dijumlahkan dengan plus minus 10 cm. Sehingga perkiraan tinggi anak ketika dewasa antara 164 cm hingga 184 cm.

Ada faktor lain yang juga mempengaruhi tinggi badan anak yaitu nutrisi dan olahraga atau aktivitas anak. Dalam memenuhi faktor nutrisi sebaiknya anak sangat dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung protein dan kalsium untuk membantu pertumbuhan tulangnya.

Sedangkan untuk olahraga diharapkan anak melakukan olahraga yang memberikan beban pada tulangnya seperti atletik, lompat tali, basket, bulutangkis atau renang. Olahraga seperti ini akan merangsang tulang untuk tumbuh lebih tinggi akibat hentakan berat badan yang dihasilkan dari olahraga tersebut.

Meskipun belum ada data pasti kapan usia anak sudah tidak bisa tinggi lagi, tapi diperkirakan saat berusia 21 tahun pertumbuhan tinggi anak terhenti. Kalaupun masih bisa bertambah hanya sedikit sekali sekitar 1 sampai 2 cm saja.

taken from http://my.opera.com/AndwiPutraNugraha/blog/memprediksi-tinggi-badan-anak

Wednesday, March 24, 2010

Tips Memulai Bisnis Baru


Tidak mudah untuk memulai sebuah bisnis baru. Alih-alih langsung melakukan transaksi bisnis, seorang pemula biasanya terjebak dengan kesibukan-kesibukan yang justru menjauhkan dirinya untuk memulai kegiatan bisnis yang sebenarnya. Kalau hanya satu-dua-tiga hari sih masih untung. Yang sering terjadi justru sampai mingguan atau bulanan tanpa melakukan riil bisnis. Anda bisa menyebut apa saja. Sibuk membuat kartu nama, sibuk memilih font atau logo perusahaan, atau sibuk memikirkan konsep bisnisnya yang adiluhung.

Memang benar untuk memulai sebuah bisnis butuh persiapan yang matang, atau seperti dikatakan Robert Spiegel, penulis buku “The Shoestring Entrepreneurs Guide to the Best Home-Based Businesses”, bahwa mempersiapkan sebuah bisnis tak ubahnya menyerut ujung pensil. Aktivitas bisnis Anda tentu bukan hanya pada seruncing apa ujung pensil Anda, tapi bagaimana Anda menggunakan pensil yang runcing itu kesuksesan bisnis anda.

Kalau Anda sedang mengalami kondisi seperti itu, ada 10 langkah menurut Robert Spiegel yang perlu Anda ingat dan lakukan:

#1. Buatlah List Kerja
Tempelkan di tempat selalu terlihat oleh Anda. Beri tanda dan warna yang menarik perhatian. List itu merupakan “kompas” pemandu Anda untuk merintis bisnis anda berjalan dan berhasil.

#2. Segeralah Melangkah
Tirulah bagaimana bayi belajar jalan. Jatuh-bangun, tanpa pernah menyerah, dengan langkah-langkah kecilnya. Seperti itu pula seharusnya Anda ketika memulai sebuah bisnis. Meski sedikit, pendek, dan kecil, segeralah melangkah. Realisasikan list kerja Anda, fokuslah, karena itu akan memperkecil rasa takut dan keasingan yang Anda alami. Keraguan-raguan hanya hilang oleh tindakan.

#3. Dapatkan Pelanggan atau Klien
Kalau anda belum mempunyai pelanggan atau klien, Anda belum bisa dikatakan punya bisnis, Jadi, dapatkan pelanggan atau klien pertama Anda untuk memulai bisnis baru Anda. Layani, rawat, dan puaskan pelanggan pertama Anda.

#4. Lupakan Kesempurnaan
Tidak mungkin Anda mengharapkan segala sesuatunya berjalan sempurna ketika awal-awal Anda merintis bisnis baru Anda. Pasti ada saja masalah dan rintangannya. Tapi tidak apa, itu biasa dan sangat wajar. Di sini, sikap realistis dan kesabaran Anda sangat dibutuhkan.

#5. Pilihlah Karyawan Pekerja Keras
Sangat penting di awal-awal merintis usaha baru Anda, Anda dikelilingi oleh orang-orang yang semangat dan pekerja keras. Hal ini akan menciptakan lingkungan yang penuh gairah sehingga semakin menambah amunisi kerja bisnis Anda.

#6. Bicaralah Soal Bisnis
Kondisikan diri Anda dalam dunia bisnis dan sebagai pebisnis. Ganti pilihan kata dan bahasa Anda dalam kehidupan sehari-hari. Bicarakan perusahaan Anda sebagai bisnis, bukan tentang sebuah bisnis. Yakinkan diri Anda sendiri bahwa Anda sedang menjalankan sebuah bisnis. Sebab, kalau Anda sendiri tidak yakin dengan bisnis Anda, bagaimana Anda bisa mengharapkan orang lain yakin. Jangan katakan kata-kata yang menunjukkan Anda (seperti) tidak serius dalam bisnis. Misalnya saja, “Saya sedang berusaha memulai bisnis”. Katakan “Ini bisnis saya“.

#7. Hargai Diri Anda
Kita semua menyukai penghargaan. Ini saatnya untuk jujur pada diri sendiri, setiap minggu sekali, tanyakan pada diri Anda apakah Anda sudah melakukan sesuatu yang layak untuk dihargai, sesuatu yang nyata berpengaruh terhadap kemajuan bisnis Anda. Jangan sungkan-sungkan untuk merayakannya.

#8. Jadikan Semuanya Accountable
Temukan rekan bisnis, organisasi atau pemilik usaha lain yang bisa, langsung ataupun tidak langsung, mengawasi bisnis baru Anda. Langkah ini penting agar Anda selalu terdorong untuk melakukan langkah-langkah serius yang bisa dipertanggungjawabkan. Langkah ini juga membuat Anda selalu berada di jalur tujuan bisnis Anda.

#9. Antisipasi Perkembangan Zaman
Pastikan kalau bisnis Anda tidak ketinggalan zaman. Itulah mengapa Anda disarankan tidak lama-lama menghabiskan waktu untuk meruncingkan ujung pensil Anda. Sebab yang lebih penting adalah melakukan sesuatu untuk bisnis Anda. Di sini, Anda harus peka terhadap perkembangan zaman.

#10. Ingatlah Mimpi Anda
Ketika bisnis Anda sudah mulai berjalan, jangan takut untuk keluar dari “zona aman” Anda. Katakan pada diri Anda, “Sekarang saya sudah punya bisnis sendiri. Saatnya membesarkan bisnis saya”. Merubah tujuan dan menciptakan mimpi baru juga bisa menyegarkan semangat Anda seperti awal mula merintis bisnis baru Anda.

Selamat mencoba! Semoga berhasil.

Sumber : Bentrepreneur, Februari 2007 from http://hilmiarifin.com/tips-memulai-bisnis-baru/

Friday, March 12, 2010

Apa itu sekolah internasional?


Banyak esensi mengenai sekolah internasional yang harusnya diketahui oleh khalayak jarang dibahas atau diperdengarkan. Media pun sering tidak kritis mengulas tentang sekolah-sekolah yang mengaku internasional hanya untuk tujuan "berjualan". Tidak heran dalam benak kita, sekolah internasional adalah sekolah yang bukunya dari luar negeri, yang pakai bahasa inggris (padahal banyak sekolah internasional di Eropa misalnya menggunakan bahasa ibu mereka), yang uang sekolahnya mahal, yang gedungnya mentereng, yang ada 'bule'nya, yang gaya, dsb. Berikut sedikit informasi dari saya, semoga bisa menambah wawasan.

International Baccalaureate Oraganization yang bermarkas di Geneva, Swiss mendefinisikan Sekolah Internasional sebagai sekolah yang menyelenggarakan "International Education". Kriteria apa saja yang menentukan sebuah penyelenggaraan pendidikan disebut International:

1. Developing citizens of the world in relation to culture, language and learning to live together (Membangun warga dunia dalam hubungannya dengan budaya, bahasa dan pembelajaran untuk bisa hidup bersama)

Jadi, kalau ada sekolah mengaku internasional tetapi menghasilkan anak didik dengan mentalitas menghancurkan/merendahkan/mengeksploitasi negaralain/budaya lain, maka itu adalah penyimpangan.

2. Building and reinforcing students’ sense of identity and cultural awareness (membangun dan memperkuat identitas diri dan kesadaran budaya siswa).

Jadi, kalau ada sekolah mengaku internasional tetapi tidak bisa menjadikan siswanya sebagai individu yang tahu akan identitas dirinya dan budaya yang melekat padanya, maka itu adalah penyimpangan.

3. Fostering students’ recognition and development of universal human values (Mendorong pengetahuan dan pengembangan nilai-nilai kemanusiaan universal).

Jadi, kalau ada sekolah yang mengaku internasional tetapi menghasilkan siswa yang misalnya kejam/tidak berempati, serakah, tidak sopan, suka menghina, dan seterusnya, maka itu adalah penyimpangan.

4. Stimulating curiosity and inquiry in order to foster a spirit of discovery and enjoyment of learning (Merangsang keingintahuan dan kehausan akan ilmu supaya bisa mendorong tumbuhnya semangat pencarian dan kesenangan akan belajar).

Jadi, kalau ada sekolah mengaku internasional tetapi menghasilkan siswa yang menganggap belajar sebagai siksaan, maka itu adalah penyimpangan.

5. Equipping students with the skills to learn and acquire knowledge, individually or collaboratively, and to apply these skills and knowledge accordingly across a broad range of areas (Membekali siswa dengan ketrampilan untuk belajar dan memperoleh ilmu secara individu atau berkelompok, dan menerapkan keterampilan dan pengetahuan ini dalam berbagai area).

Jadi, kalau ada sekolah mengaku internasional tetapi menghasilkan siswa yang tidak mampu belajar sendiri dan tidak mampu menerapkan apa yang telah dipelajarinya dalam berbagai konteks kehidupan, maka itu adalah penyimpangan.

6. Providing international content while responding to local requirements and interests (Menyediakan konten internasional dengan tetap merespon kebutuhan dan kepentingan lokal).

Jadi, kalau ada sekolah mengaku internasional tetapi hanya ‘sok luar negeri’ dan tidak pernah sensitif terhadap isu-isu lokal, maka itu adalah penyimpangan.

7. Encouraging diversity and flexibility in teaching methods (Mendorong keragaman dan fleksibilitas dalam metode pengajarannya).

Jadi, kalau ada sekolah mengaku internasional tetapi memiliki metode pengajaran yang saklek/kaku/tidak terbuka terhadap peningkatan, maka itu adalah penyimpangan.


8. Providing appropriate forms of assessment and international benchmarking. (Menyediakan bentuk penilaian yang sesuai dan pembanding internasional).

Jadi, kalau ada sekolah mengaku internasional tetapi mendasarkan penilaian hanya dari hasil ujian saja dan yang penilaiannya tidak dibandingkan dalam konteks lintas negara, maka itu adalah penyimpangan.

Sebenarnya masih banyak lagi detil mengenai filosofi sekolah internasional yang kalau dibahas di forum, mungkin akan membosankan. Intinya, mari kita membagi informasi yang benar kepada sesama sehingga apapun pilihan setiap keluarga nantinya, pilihan tersebut didasarkan pada informasi yang benar bukan trik-trik pemasaran yang menjerumuskan.

Originally Written by Ines Setiawan on www.sekolahrumah.com

Wednesday, March 10, 2010

Masa Emas Anak belajar bahasa Inggris


Ada anggapan, semakin muda usia semakin mudah anak belajar bahasa daripada orang dewasa. Ada pula yang berpendapat, belajar bahasa asing sejak dini bukan jaminan. Sementara yang lain bilang, keberhasilan belajar bahasa asing sangat ditentukan oleh motif atau kebutuhan berkomunikasi dalam lingkungannya. Mana yang benar? E. Kosasih, mahasiswa Pengajaran Bahasa pada Program Pascasarjana IKIP Bandung, dan wartawan Intisari A. Hery Suyono menuturkannya berikut ini Belakangan ini aneka kursus bahasa asing, terutama Inggris, kian semarak. Tidak hanya untuk orang dewasa, tetapi juga anak-anak. Lembaga persekolahan pun tak mau ketinggalan zaman. Pengajaran bahasa Inggris yang semula hanya dikenal di tingkat SMTP, kini diberikan kepada siswa SD, bahkan murid Sekolah Taman Kanak-Kanak. Fenomena seperti itu antara lain terpacu oleh obsesi orang tua yang menghendaki anaknya cepat bisa berbahasa asing. Mereka berpandangan, semakin dini anak belajar bahasa asing, semakin mudah ia menguasai bahasa itu. Lalu, bagaimana pendapat para pakar bahasa?

Masa emas belajar bahasa
Beberapa pakar bahasa mendukung pandangan “semakin dini anak belajar bahasa asing, semakin mudah anak menguasai bahasa itu”. Misalnya, McLaughlin dan Genesee menyatakan bahwa anak-anak lebih cepat memperoleh bahasa tanpa banyak kesukaran dibandingkan dengan orang dewasa. Demikian pula Eric H. Lennenberg, ahli neurologi, berpendapat bahwa sebelum masa pubertas, daya pikir (otak) anak lebih lentur. Makanya, ia lebih mudah belajar bahasa. Sedangkan sesudahnya akan makin berkurang dan pencapaiannya pun tidak maksimal. Dr. Bambang Kaswanti Purwo, ketua Program Studi Linguistik Terapan Bahasa Inggris, Universitas Katolik Atma Jaya, Jakarta, dalam tulisannya Pangajaran Bahasa Inggris di SD dan SMTP, menyebut bahwa usia 6 – 12 tahun, merupakan masa emas atau paling ideal untuk belajar bahasa selain bahasa ibu (bahasa pertama). Alasannya, otak anak masih plastis dan lentur, sehingga proses penyerapan bahasa lebih mulus. Lagi pula daya penyerapan bahasa pada anak berfungsi secara otomatis. Cukup dengan pemajanan diri (self-exposure) pada bahasa tertentu, misalnya ia tinggal di suatu lingkungan yang berbahasa lain dari bahasa ibunya, dengan mudah anak akan dapat menguasai bahasa itu. Masa emas itu sudah tidak dimiliki oleh orang dewasa. Namun, bukan berarti orang dewasa tidak mampu menguasai bahasa kedua (bahasa asing). Lenneberg mengemukakan, orang dewasa dengan inteligensia rata-rata pun mampu mempelajari bahasa kedua selewat usia 20 tahun. Bahkan ada yang mampu belajar berkomunikasi bahasa asing pada usia 40 tahun. Kenyataan itu tidaklah bertentangan dengan hipotesis mengenai batasan usia untuk penguasaan bahasa karena penataan bahasa pada otak sudah terbentuk pada masa kanak-kanak. Hanya saja lewat masa pubertas terjadi “hambatan pembelajaran bahasa” (language learning blocks). “Jadi, maklum bila belajar bahasa selewat masa pubertas, justru lebih repot daripada ketika usia lima belas atau lima tahun,” ujar Bambang. Pada penguasaan bahasa pertama dikenal istilah “masa kritis” (critical period). Pada penguasaan bahasa kedua (bahasa asing) terdapat istilah “masa peka” (sensitive period). Berdasarkan penelitian Patkowski, masa peka penguasaan sintaksis bahasa asing adalah masa sampai usia 15 tahun. Anak yang dihadapkan pada bahasa asing sebelum usia 15 tahun mampu menguasai sintaksis bahasa asing seperti penutur asli. Sebaliknya, pada orang dewasa hampir tak mungkin aksen bahasa asing dapat dikuasai. Lebih detail dipaparkan oleh peneliti lain. Penelitian Fathman terhadap 200 anak berusia 6 – 15 tahun yang belajar bahasa Inggris sebagai bahasa kedua di sekolah di AS, menunjukkan bahwa anak yang lebih muda (usia 6 – 10 tahun) lebih berhasil pada penguasaan fonologi (tata bunyi) bahasa Inggris. Sedangkan pada anak lebih tua (11 – 15 tahun) lebih berhasil pada penguasaan morfologi (satuan bentuk bahasa terkecil) dan sintaksisnya (susunan kata dan kalimat).

Masih tentang penguasaan aspek tertentu dari bahasa asing dalam
kaitannya dengan faktor usia, Scovel menyebutkan, kemampuan untuk
menguasai aksen bahasa asing berakhir sekitar usia 10 tahun. Sedangkan
penguasaan kosa kata dan sintaksis, menurut catatannya, tidak mengenal
batasan usia.
Pro-kontra periode kritis
Masa ideal anak belajar bahasa bertolak dari apa yang disebut periode
kritis bagi penguasaan bahasa ibu. Periode kritis sebenarnya masih
berupa hipotesis bahwa dalam perjalanan hidup manusia terdapat jadwal
biologis yang menentukan masa-masa kegiatan seseorang (Brown, 1994).
Periode kritis sering dihubung-hubungkan dengan proses pembelahan antara
otak kiri dengan otak kanan. Hasil penelitian neurologis menyebutkan,
pada usia menjelang dewasa, fungsi-fungsi kemanusiaan terbagi atas dua
bagian. Fungsi intelektual, logika, analisis, dan kemampuan berbahasa
berada pada otak bagian kiri. Sedangkan fungsi yang berhubungan dengan
emosi dan fungsi lain yang bersifat sosial dikendalikan oleh belahan
otak kanan. Ketika memasuki proses pembelahan otak itulah, menurut para
pakar anatomi bahasa, masa peka bahasa itu berlangsung.
Setelah proses “penyebelahan” (lateralization) otak selesai, menurut
hipotesis Lenneberg, perkembangan bahasa cenderung menjadi “beku”.
Keterampilan dasar yang belum dapat dicapai pada masa itu (kecuali untuk
artikulasi) biasanya akan tetap tidak sempurna.
Kapan tepatnya proses terjadinya masa pembelahan otak, masih terdapat
ketidaksepakatan di antara para ahli. Pandangan-pandangan yang
berseberangan antara lain dikemukakan oleh Sorenson dan Jane Hill.
Menurut penelitian Sorenson terhadap suku Tukaro di Amerika Selatan,
menjelang usia dewasa masyarakat Tukaro paling tidak sudah menguasai dua
atau tiga dari 24 bahasa yang biasanya mereka pergunakan. Yang lebih
mengherankan lagi, jumlah penguasaan bahasa itu malahan semakin banyak
dan lebih sempurna ketika mereka menjelang usia tua.
Bukti lain. Berdasarkan penelitian yang dilakukannya terhadap masyarakat
Barat, Jane Hill berkesimpulan bahwa dalam perkembangan normal seseorang
dapat mempelajari bahasa asing dengan sempurna, terlepas dari apakah ia
berusia muda atau tua.
Proses pembelahan otak, menurut Eric Lenneberg, terjadi sejak anak
berusia dua tahun dan berakhir menjelang pubertas. Sedangkan Norwan
Geshwind berpendapat, pembelahan otak (periode kritis) usai jauh sebelum
masa pubertas. Lebih ekstrem lagi pendapat Stephen Krashen, yakni proses
pembelahan itu berakhir sewaktu anak berusia lima tahun.
Dengan demikian, jelas bahwa hipotesis periode kritis tidak bisa
dijadikan kriteria keberhasilan pengajaran bahasa kedua atau bahasa
asing. Keberhasilan seseorang belajar bahasa asing, menurut Gardner dan
Lambert, tidak tergantung pada kemampuan intelektual atau kecakapan
bawaan berbahasa, tetapi sangat ditentukan oleh motif atau kebutuhan
berkomunikasi dalam lingkungannya.
Bukan jaminan
Sejak masuk SD bahkan TK, anak sudah “dituntut” menguasai lebih dari
satu bahasa; bahasa daerah dan Indonesia. Keduanya dipakai sebagai
bahasa pengantar dalam proses belajar-mengajar.
Betapa beratnya beban mereka, bila kemudian masih ditambah lagi belajar
bahasa Inggris. Empat bahasa harus mereka kuasai dalam satu periode,
misalnya.
Kenyataan itu bukannya menambah cepat anak menguasai bahasa asing. Di
samping akan menimbulkan beban psikologis, tak tertutup kemungkinan laju
perkembangan bahasa daerah dan nasional anak pun malahan terhambat, atau
justru merusak sistem-sistem bahasa yang terlebih dahulu dia kuasai.
Hal seperti itu tidak jauh berbeda dengan anak yang sedang belajar bola
tangan. Sebelum ia mahir bermain bola tangan, lalu ditimpa lagi dengan
permainan bola basket dan sepak bola. Pelatih tidak perlu heran apabila
kemudian si anak memasukkan bola dengan tangan ketika bertanding sepak
bola, atau menyundul dan menendang bola ketika anak bermain bola basket.
Jeperson jauh-jauh sebelumnya memperingatkan bahwa anak yang mempelajari
dua bahasa tidak akan dapat menguasai kedua bahasa itu dengan sama
baiknya. Juga tak akan sebaik mempelajari satu bahasa. Kerja otak untuk
menguasai dua bahasa akan menghambat anak untuk mempelajari hal lain
yang harus dia kuasai. Perkembangan bahasa anak terganggu, baik dalam
penggunaan kosa kata, struktur tata bahasa, bentuk kata, dan beberapa
penyimpangan bahasa lainnya.
Tidak terelakkan, dalam era global penguasaan bahasa Inggris hukumnya
wajib. Siapa yang ingin luas pergaulan, sukses berbisnis, maupun
menguasai ilmu pengetahuan mau tidak mau harus menguasai bahasa yang
satu ini. Namun, dalam penanaman kita dituntut sikap bijak dan tidak
tergesa-gesa.
Di samping perlu mempertimbangkan kemampuan anak, para orang tua
hendaknya memperhatikan pula kepentingan anak akan penguasaan bahasa
daerah dan nasional. Kedua bahasa itu tidak bisa dilepaskan begitu saja
dari fungsi keseharian dan tanggung jawab sosial anak. Sebab itu, akan
lebih baik bila bahasa Inggris atau bahasa asing lain diberikan setelah
bahasa daerah dan bahasa nasional terkuasai secara mantap. Pengajaran
bahasa asing dalam usia dini toh bukan jaminan mutlak keberhasilan
berbahasa pada anak.

Posted on Januari 31, 2009 by Mr Frans on http://kursusinggris.wordpress.c

Tips Dan Trik Cara Belajar Menghadapi Ujian


Belajar merupakan hal yang wajib dilakukan oleh para pelajar dan mahasiswa. Belajar pada umumnya dilakukan di sekolah ketika jam pelajaran berlangsung dibimbing oleh Bapak atau Ibu Guru. Belajar yang baik juga dilakukan di rumah baik dengan maupun tanpa pr / pekerjaan rumah. Belajar yang dilakukan secara terburu-buru akibat dikejar-kejar waktu memiliki dampak yang tidak baik.

Berikut ini adalah tips dan triks yang dapat menjadi masukan berharga dalam mempersiapkan diri dalam menghadapi ulangan atau ujian :

1. Belajar Kelompok
Belajar kelompok dapat menjadi kegiatan belajar menjadi lebih menyenangkan karena ditemani oleh teman dan berada di rumah sendiri sehingga dapat lebih santai. Namun sebaiknya tetap didampingi oleh orang dewasa seperti kakak, paman, bibi atau orang tua agar belajar tidak berubah menjadi bermain. Belajar kelompok ada baiknya mengajak teman yang pandai dan rajin belajar agar yang tidak pandai jadi ketularan pintar. Dalam belajar kelompok kegiatannya adalah membahas pelajaran yang belum dipahami oleh semua atau sebagian kelompok belajar baik yang sudah dijelaskan guru maupun belum dijelaskan guru.

2. Rajin Membuat Catatan Intisari Pelajaran
Bagian-bagian penting dari pelajaran sebaiknya dibuat catatan di kertas atau buku kecil yang dapat dibawa kemana-mana sehingga dapat dibaca di mana pun kita berada. Namun catatan tersebut jangan dijadikan media mencontek karena dapat merugikan kita sendiri.

3. Membuat Perencanaan Yang Baik
Untuk mencapai suatu tujuan biasanya diiringi oleh rencana yang baik. Oleh karena itu ada baiknya kita membuat rencana belajar dan rencana pencapaian nilai untuk mengetahui apakah kegiatan belajar yang kita lakukan telah maksimal atau perlu ditingkatkan. Sesuaikan target pencapaian dengan kemampuan yang kita miliki. Jangan menargetkan yang yang nomor satu jika saat ini kita masih di luar 10 besar di kelas. Buat rencana belajar yang diprioritaskan pada mata pelajaran yang lemah. Buatlah jadwal belajar yang baik.

4. Disiplin Dalam Belajar
Apabila kita telah membuat jadwal belajar maka harus dijalankan dengan baik. Contohnya seperti belajar tepat waktu dan serius tidak sambil main-main dengan konsentrasi penuh. Jika waktu makan, mandi, ibadah, dan sebagainya telah tiba maka jangan ditunda-tunda lagi. Lanjutkan belajar setelah melakukan kegiatan tersebut jika waktu belajar belum usai. Bermain dengan teman atau game dapat merusak konsentrasi belajar. Sebaiknya kegiatan bermain juga dijadwalkan dengan waktu yang cukup panjang namun tidak melelahkan jika dilakukan sebelum waktu belajar. Jika bermain video game sebaiknya pilih game yang mendidik dan tidak menimbulkan rasa penasaran yang tinggi ataupun rasa kekesalan yang tinggi jika kalah.

5. Menjadi Aktif Bertanya dan Ditanya
Jika ada hal yang belum jelas, maka tanyakan kepada guru, teman atau orang tua. Jika kita bertanya biasanya kita akan ingat jawabannya. Jika bertanya, bertanyalah secukupnya dan jangan bersifat menguji orang yang kita tanya. Tawarkanlah pada teman untuk bertanya kepada kita hal-hal yang belum dia pahami. Semakin banyak ditanya maka kita dapat semakin ingat dengan jawaban dan apabila kita juga tidak tahu jawaban yang benar, maka kita dapat membahasnya bersama-sama dengan teman. Selain itu

6. Belajar Dengan Serius dan Tekun
Ketika belajar di kelas dengarkan dan catat apa yang guru jelaskan. Catat yang penting karena bisa saja hal tersebut tidak ada di buku dan nanti akan keluar saat ulangan atau ujian. Ketika waktu luang baca kembali catatan yang telah dibuat tadi dan hapalkan sambil dimengerti. Jika kita sudah merasa mantap dengan suatu pelajaran maka ujilah diri sendiri dengan soal-soal. Setelah soal dikerjakan periksa jawaban dengan kunci jawaban. Pelajari kembali soal-soal yang salah dijawab.

7. Hindari Belajar Berlebihan
Jika waktu ujian atau ulangan sudah dekat biasanya kita akan panik jika belum siap. Jalan pintas yang sering dilakukan oleh pelajar yang belum siap adalah dengan belajar hingga larut malam / begadang atau membuat contekan. Sebaiknya ketika akan ujian tetap tidur tepat waktu karena jika bergadang semalaman akan membawa dampak yang buruk bagi kesehatan, terutama bagi anak-anak.

8. Jujur Dalam Mengerjakan Ulangan Dan Ujian
Hindari mencontek ketika sedang mengerjakan soal ulangan atau ujian. Mencontek dapat membuat sifat kita curang dan pembohong. Kebohongan bagaimanapun juga tidak dapat ditutup-tutupi terus-menerus dan cenderung untuk melakukan kebohongan selanjutnya untuk menutupi kebohongan selanjutnya. Anggaplah dengan nyontek pasti akan ketahuan guru dan memiliki masa depan sebagai penjahat apabila kita melakukan kecurangan.

Semoga tips cara belajar yang benar ini dapat memberikan manfaat untuk kita semua, amin.
TIPS TAKEN FROM http://organisasi.org/tips-dan-trik-cara-belajar-yang-baik-untuk-ujian-ulangan-pelajaran-sekolah-bagi-siswa-sd-smp-sma-serta-mahasiswa

Tuesday, February 23, 2010

Cara Membuat Group Anda Semakin Banyak Penggemar


Akan lebih seru jika group kita mempunyai banyak anggota, karena akan lebih banyak lagi yang akan saling berbagi dan berdiskusi. Ada beberapa hal yang perlu anda ketahui agar group anda semakin banyak penggemar,diantaranya :

1. Minta bantuan para anggota untuk mengundang teman-teman mereka.

2. Menjalin kerjasama dengan admin group lainnya untuk saling mempromosikan group melalui mengirim pesan ke semua anggota. Namun ingat, setelah anggota lebih dari 5000 sudah tidak bisa mengirim pesan ke seluruh anggota. Jadi manfaatkanlah momen sebaik-baiknya.

3. Pinjam facebook teman-teman anda lalu undang semua teman-teman mereka unuk bergabung di group anda.

4. Mengiklankan group anda di facebook secara gratis dengan The Visa Business Network.

5. Mengiklankan group anda di group yang sudah memiliki jutaan anggota. Bisa melalui tautan atau berita terbaru dari group tersebut.

6. Buat tampilan group anda semenarik mungkin.

7. Berikan isi yang tepat dan memuaskan di Informasi group anda.

8. Anda harus konsisten dalam mengelola group.Jika ada yang bertanya sebaiknya anda jawab. Hal ini agar anggota merasa bahwa anda seorang yang bertanggung jawab.Tentunya dia juga akan membalas kebaikan anda dengan ikut mensukseskan group anda.

9. Memakai foto profil Group sesuai dengan judul group anda, juga yang terkesan menarik dan elegan.

10. Jika anda mempunyai teman baru, jangan lupa untuk langsung mengundangnya untuk bergabung di group anda.

Semoga 10 tips ini bisa membantu. ^_^

take from http://facebooktrik.blogspot.com/2009/09/cara-membuat-group-anda-semakin-banyak.html#comment-form

Tuesday, February 9, 2010

Look who’s listening to you!


Sometimes as parents we wonder if our children ever listen to us. How much can a baby really hear and understand? How can a toddler be listening when she is so engrossed in play? Does a preschooler listen even if he talks a mile a minute? Rest assured your child, no matter what her age, is listening intently to what you say and to what is going on around her. Furthermore, listening is a first step on the path to learning to read.

Babies listen from birth
Hearing develops in pregnancy about the fifth month. After birth, the brain is able to perceive and process all the sounds of speech, even those not contained in the child’s native language. The brain begins to map the sounds of speech as the baby hears adults talking to him. These are the sounds that the child will need to know in order to learn to read.

Parents help their baby listen when they speak in parentese, using a voice that is higher in pitch, slower and more drawn out, and has greater contrasts in inflection. This way of speaking presents speech sounds in exactly the way babies need to be able to listen and process them. It’s not baby talk. Your baby shows she is listening to you by turning to the sound of your voice, smiling and laughing, and moving her arms and legs in excitement.

Toddlers listen on the go
By the end of the first year of life, babies have had lots of experience hearing sounds in their daily lives, and they are beginning to understand that certain sounds represent particular things. This is receptive language. The fact that toddlers are curious and into everything exposes them to many different words and sounds. Toddlers listen, they just do it standing up! As they grow closer to speaking words themselves, they seek lots of language stimulation. Your little one may be glued to your side, as he wants to look in your face, watch your mouth, and hear your words. Listening is very important to language and literacy development in the toddler years, even though it occurs on the move.

Preschoolers are all ears
Most preschoolers are in love with talking. Children this age listen more for meaning and less for the sounds of speech. If your child doesn’t say some sounds clearly, repeat the word using the correct pronunciation rather than pointing out the mistake. Also, help your child learn to slow down and listen by getting her attention and giving her yours when she is trying to tell you something.

Preschoolers are learning to listen to a story and to retell a story or answer questions about it, important skills that prepare the child for learning to read in the next few years. Helping your child to pay attention to key parts of a story can enhance listening skills. You might provide a clue before reading, such as “Let’s see what the boy will buy at the store.” Another strategy is to ask your child to make a prediction, such as “Who do you think Baby Bear will find in his bed?’

Listen up! Here are some things you can do to help your child listen:
  • Be sure you have your child’s attention.
  • Make eye-contact down on her level.
  • Look out for ear infections and treat them promptly.
  • Pronounce words the way adults do so your child will know what is correct.
  • Speak a little slower.
  • Use funny voices when reading a story to interest your child.
  • Ask your child to make a prediction about a story.
  • Be a good listener to model for your child.
all texts are take from httpp://www.parentsasteachers.org/site/pp.asp?c=ekIRLcMZJxE&b=272135

Wednesday, February 3, 2010

TONGUE TWISTER GAME

All levels and ages enjoy tongue twisters. They work well as a warm up to get students speaking, and they help students to practise pronouncing difficult sounds in English.

Procedure
Write some English tongue twisters on the board or on pieces of paper to distribute to students. Ask them to read the tongue twisters aloud. Then faster. Then three times in a row. Here are some examples:

She sells sea shells on the sea shore
A proper copper coffee pot
Around the rugged rocks the ragged rascal ran
Red lorry, yellow lorry, red lorry, yellow lorry
A big black bug bit a big black bear
Peter Piper picked a peck of pickled peppers, Where's the peck of pickled peppers Peter Piper picked?

  • Ask the students if they have any tongue twisters in their L1. Have a go at saying them yourself. This usually causes a good laugh, and makes the activity more two-way and interactive.
  • Now ask the students to have a go at creating their own tongue twisters. This activity is a variation of the famous 'Consequences' game. Write the following questions on the board:
  • Write your first name
  • What did she/he do?
  • Where?
  • When?
  • Why? Because…
  • Now give students the following instructions:
    • Get into teams of about 5 people.
    • On a piece of blank paper write your answer to question 1.
    • Pass the paper to the person on your right. Write an answer to question 2 on the paper you have just received. Your answer must begin with the first sound in the person's name (e.g. Bob - bought a bike).
    • Pass the paper on again and write an answer to question 3, again using the sound at the beginning of the name.
    • Continue until all the questions have been answered.
    • Pass the paper back to the person who started with it. Read all of the tongue twisters aloud.
  • It might help if you give the students some examples before they begin the exercise:
    • Bob bought a bike in Bali on his birthday because he was bored
    • Susan sang a song at the seaside on the 6th of September because she saw some sunshine
    • Laura laughed in the laundrette at lunchtime because she lost her laundry
Written by Kate Joyce, British Council.
Find more articles like this on our Teaching English sit

STIMULASI DINI BAYI DAN BALITA


Apa sih stimulasi dini ? Stimulasi dini adalah rangsangan yang dilakukan sejak bayi baru lahir, bahkan lebih disarankan dilakukan sejak janin di dalam kandungan berusia 6 bulan. Stimulasi ini dilakukan setiap hari.
Apa manfaat dari stimulasi dini ? Stimulasi dini ini bermanfaat untuk merangsang semua sistem panca indera, dari pendengaran, penglihatan, perabaan, pembauan sampai pada pengecapan.
Rangsangan yang dilakukan sejak lahir, terus menerus, bervariasi dan dengan suasana bermain dan kasih sayang, akan memacu berbagai aspek kecerdasan (kecerdasan mulitpel), yaitu kecerdasan logika-matematik, emosi, komunikasi, musikal, gerak, visuo-spasial, senirupa dan lain-lain.

Bagaimana cara melakukan stimulasi dini? Stimulasi dini dilakukan dengan menyesuaikan sesuai kelompok umur bayi dan balita, yaitu:

Usia 0-3 bulan: Mengusahakan rasa nyaman, aman dan menyenangkan. Memeluk, menggendong, menatap mata bayi, mengajak tersenyum, berbicara, membunyikan berbagai suara atau musik bergantian. Menggantung dan menggerakkan benda-benda berwarna mencolok, benda-benda berbunyi. Menggulingkan bayi ke kanan-kiri bergantian, tengkurap-telentang. Dan juga dirangsang untuk meraih dan memegang mainan.

Usia 3-6 bulan: Ditambah dengan bermain “cilukba”, melihat wajah bayi dan pengasuh di cermin. Dirangsang untuk tengkurap, telentang bolak-balik dan duduk.

Usia 6-9 bulan: Ditambah dengan memanggil namanya, mengajak bersalaman dan tepuk tangan. Mulai membacakan dongeng, merangsang duduk dan dilatih berdiri berpegangan.

Usia 9-12 bulan: Ditambah dengan mengulang-ulang menyebutkan mama-papa, kakak. Memasukkan mainan ke dalam wadah, minum dari gelas, menggelindingkan bola. Sudah mulai dilatih berdiri dan berjalan dengan berpegangan.

Usia 12-18 bulan: Ditambah dengan latihan mencoret-coret menggunakan pensil warna, menyusun kubus, balok-balok, potongan gambar sederhana. Memasukkan dan mengeluarkan benda-benda kecil dari wadahnya, bermain dengan boneka, sendok, piring, gelas, teko, sapu, lap. Latihlah berjalan tanpa berpegangan, berjalan mundur, memanjat tangga, menendang bola dan melepas celana. Mengerti dan melakukan perintah-perintah sederhana (mana bola, pegang ini, masukan itu, ambil ini). Menyebutkan nama atau menunjukkan benda-benda.

Usia 18-24 bulan: Ditambah dengan menanyakan, menyebutkan dan menunjukkan bagian-bagian tubuh (mana mata? hidung? telinga? mulut? dll). Menanyakan gambar atau menyebutkan nama binatang dan benda-benda di sekitar rumah. Mengajak bicara tentang kegiatan sehari-hari (makan, minum, mandi, main, minta dan lain-lain), latihan menggambar garis-garis, mencuci tangan, memakai baju dan celana, bermain lempar bola dan melompat.

Usia 2-3 tahun: Ditambah dengan mengenal dan menyebutkan warna, menggunakan kata sifat (besar-kecil, panas-dingin, tinggi-rendah, banyak-sedikit dan lain-lain). Menyebutkan nama-nama teman, menghitung benda-benda, memakai baju, menyikat gigi, bermain kartu, boneka, masak-masakan, mobil-mobilan. Menggambar garis, lingkaran, manusia. Latihan berdiri 1 kaki, buang air kecil dan besar di toilet.

Usia 3 tahun ke atas: Selain mengembangkan kemampuan-kemampuan umur sebelumnya, stimulasi juga diarahkan untuk kesiapan sekolah, antara lain: memegang pensil dengan baik, menulis, mengenal huruf dan angka, berhitung sederhana, mengerti perintah sederhana (buang air kecil/besar di toilet) dan kemandirian (ditinggalkan di sekolah), berbagi dengan teman-teman dan lain-lain. Perangsangan dapat dilakukan di rumah (oleh orangtua, pengasuh dan keluarga lainnya) namun dapat pula di Kelompok Bermain (Play Group), Taman Kanak-kanak atau sejenisnya.
Selamat mencoba dan terus berusaha….

Taken from: Kumpul Bocah NinaBobo - Kumpulan Artikel Anak & Teman Bermain
Writing by asti on Saturday, 7 of January , 2006 at 11:03 pm