Banyak esensi mengenai sekolah internasional yang harusnya diketahui oleh khalayak jarang dibahas atau diperdengarkan. Media pun sering tidak kritis mengulas tentang sekolah-sekolah yang mengaku internasional hanya untuk tujuan "berjualan". Tidak heran dalam benak kita, sekolah internasional adalah sekolah yang bukunya dari luar negeri, yang pakai bahasa inggris (padahal banyak sekolah internasional di Eropa misalnya menggunakan bahasa ibu mereka), yang uang sekolahnya mahal, yang gedungnya mentereng, yang ada 'bule'nya, yang gaya, dsb. Berikut sedikit informasi dari saya, semoga bisa menambah wawasan.
International Baccalaureate Oraganization yang bermarkas di Geneva, Swiss mendefinisikan Sekolah Internasional sebagai sekolah yang menyelenggarakan "International Education". Kriteria apa saja yang menentukan sebuah penyelenggaraan pendidikan disebut International:
1. Developing citizens of the world in relation to culture, language and learning to live together (Membangun warga dunia dalam hubungannya dengan budaya, bahasa dan pembelajaran untuk bisa hidup bersama)
Jadi, kalau ada sekolah mengaku internasional tetapi menghasilkan anak didik dengan mentalitas menghancurkan/merendahkan/mengeksploitasi negaralain/budaya lain, maka itu adalah penyimpangan.
2. Building and reinforcing students’ sense of identity and cultural awareness (membangun dan memperkuat identitas diri dan kesadaran budaya siswa).
Jadi, kalau ada sekolah mengaku internasional tetapi tidak bisa menjadikan siswanya sebagai individu yang tahu akan identitas dirinya dan budaya yang melekat padanya, maka itu adalah penyimpangan.
3. Fostering students’ recognition and development of universal human values (Mendorong pengetahuan dan pengembangan nilai-nilai kemanusiaan universal).
Jadi, kalau ada sekolah yang mengaku internasional tetapi menghasilkan siswa yang misalnya kejam/tidak berempati, serakah, tidak sopan, suka menghina, dan seterusnya, maka itu adalah penyimpangan.
4. Stimulating curiosity and inquiry in order to foster a spirit of discovery and enjoyment of learning (Merangsang keingintahuan dan kehausan akan ilmu supaya bisa mendorong tumbuhnya semangat pencarian dan kesenangan akan belajar).
Jadi, kalau ada sekolah mengaku internasional tetapi menghasilkan siswa yang menganggap belajar sebagai siksaan, maka itu adalah penyimpangan.
5. Equipping students with the skills to learn and acquire knowledge, individually or collaboratively, and to apply these skills and knowledge accordingly across a broad range of areas (Membekali siswa dengan ketrampilan untuk belajar dan memperoleh ilmu secara individu atau berkelompok, dan menerapkan keterampilan dan pengetahuan ini dalam berbagai area).
Jadi, kalau ada sekolah mengaku internasional tetapi menghasilkan siswa yang tidak mampu belajar sendiri dan tidak mampu menerapkan apa yang telah dipelajarinya dalam berbagai konteks kehidupan, maka itu adalah penyimpangan.
6. Providing international content while responding to local requirements and interests (Menyediakan konten internasional
Jadi, kalau ada sekolah mengaku internasional tetapi hanya ‘sok luar negeri’ dan tidak pernah sensitif terhadap isu-isu lokal, maka itu adalah penyimpangan.
7. Encouraging diversity and flexibility in teaching methods (Mendorong keragaman dan fleksibilitas dalam metode pengajarannya).
Jadi, kalau ada sekolah mengaku internasional tetapi memiliki metode pengajaran yang saklek/kaku/tidak terbuka terhadap peningkatan, maka itu adalah penyimpangan.
8. Providing appropriate forms of assessment and international benchmarking. (Menyediakan bentuk penilaian yang sesuai dan pembanding internasional).
Jadi, kalau ada sekolah mengaku internasional tetapi mendasarkan penilaian hanya dari hasil ujian saja dan yang penilaiannya tidak dibandingkan dalam konteks lintas negara, maka itu adalah penyimpangan.
Sebenarnya masih banyak lagi detil mengenai filosofi sekolah internasional yang kalau dibahas di forum, mungkin akan membosankan. Intinya, mari kita membagi informasi yang benar kepada sesama sehingga apapun pilihan setiap keluarga nantinya, pilihan tersebut didasarkan pada informasi yang benar bukan trik-trik pemasaran yang menjerumuskan.
Originally Written by Ines Setiawan on www.sekolahrumah.com
No comments:
Post a Comment